UA-82266412-1

Blog Archives

Prosedur Penggunaan Plant Preservative Mixture (PPM) Pada Media Kultur Jaringan Untuk Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Tanaman Kultur Jaringan

Tanaman Kultur Jaringan dengan Plant Preservative Mixture Kultur jaringan tanaman (Picture from http://www.scind.org)

Kultur jaringan dikenal juga dengan sebutan tissue culture. Kultur jaringan berasal dari kata kultur  yang artinya budidaya dan jaringan yang artinya sekelompok sel yg mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Berdasarkan asal kata tersebut maka arti dari kultur jaringan adalah membudidayakan jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Kultur Jaringan diartikan pula dengan memelihara & menumbuhkan organ tanaman (embrio, tunas, bunga dsb) atau jaringan tanaman (sel, kalus, protoplast) pada kondisi aseptik. (https://www.pintarbiologi.com). Salah satu cara untuk peningkatan kualitas dan kuantitas tanaman kultur jaringan yaitu dengan penggunaan Plant Preservative Mixture (PPM). Plant Preservative Mixture (PPM) merupakan preservative/biosida spectrum luas yang efektif untuk mencegah atau menurunkan kontaminasi mikroba pada kultur jaringan tanaman. Pada dosis optimum PPM sangat efektif dan tidak mempengaruhi vitro germination, ploriferasi kalus dan regenerasi kalus. Plant Preservative Mixture (PPM) ini mengandung zat aktif yang terdiri dari :

5-Chloro-2 methyl-3-(CH) – isothiazolone 0,1350%
2-methyl-3(H)-isothiazolone 0,0412%

Read more »