UA-82266412-1

Blog Archives

4 Konsep dan Implementasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium

safety lab

(Picture from Lab Safety Culture at UCLA)

Penyelenggaraan pendidikan di bidang sains tentunya bukan hanya sekedar teori tetapi juga memerlukan aplikasi nyata yang dapat dilakukan dalam bentuk praktikum  maupun riset. Kegiatan praktikum dan  riset tersebut dilakukan di laboratorium  yang harus ditunjang dengan berbagai sarana pendukung baik itu peralatan, bahan  kimia, maupun personil laboratorium dengan kompetensi yang baik. Laboratorium  pendidikan sama  halnya seperti laboratorium di industri maupun di lingkungan pemerintahan, laboratorium pendidikan juga harus tetap memperhatikan keselamatan kesehatan kerja (K3) di laboratorium untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Terdapat tiga sumber bahaya di laboratorium yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yaitu bahaya fisika, bahaya kimia, dan bahaya biologis. Bahaya fisika dapat diakibat oleh tatanan ruang laboratorium yang buruk, penggunaan peralatan laboratorium yang tidak sesuai dengan prosedur, dan instalasi listrik yang tidak benar. Bahaya kimia dapat diakibatkan oleh penanganan tidak benar dari bahan kimia dengan sifat  yang korosif, mudah terbakar, beracun maupun karsinogenik. Bahaya biologis dapat disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri patogen dan hewan. Dari ketiga sumber bahaya tersebut, tentunya bahaya kimia yang memerlukan penanggulangan yang lebih rumit karena terkait dengan penataan bahan kimia mulai dari penerimaan, penyimpanan, pemakaian bahkan sampai pengelolaan limbahnya. Read more »

Tabel Konversi Bahan Kimia: Tabel Mudah Dan Praktis Sebagai Acuan Pembuatan Larutan Di Laboratorium Dari Stock Bahan Kimia Pekat

bahan kimia

(Picture from http://www.delamochemical.com)

Dalam kegiatan praktikum maupun penelitian di laboratorium, tentunya pembuatan larutan merupakan bagian hal yang penting karena merupakan salah satu dasar kerja di laboratorium yang kompetensinya harus bagus. Akurasi dalam hal perhitungan larutan sangat penting untuk menjamin reaksi yang terjadi dalam tahapan proses analisis berjalan sesuai prosedur sehingga dapat menghasilkan data yang akurat. Dalam proses pembuatan larutan, terdapat berbagai macam satuan untuk menyatakan tingkat konsentrasi zat dalam suatu larutan diantaranya yaitu Molaritas (M), Normalitas (N), dan Persentase (%). Pada realitanya di laboratorium, bahan-bahan kimia yang kita gunakan pastinya tersedia dalam stok pekat atau konsentrasi tinggi dengan satuan tertentu. Pada umumnya satuan yang digunakan dalam bentuk % bobot per volume yang artinya terdapat sekian gram zat dalam 100 mL larutan. Tentunya jika kita ingin membuat larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dari stok pekat maka harus melakukan pengenceran terlebih dahulu dan jika satuan konsentrasi target berbeda dari satuan konsentrasi bahan kimia pekat maka harus dilakukan konversi satuan terlebih dahulu sehingga memerlukan proses perhitungan tertentu atau suatu tabel konversi bahan kimia. Read more »

Program Pengembangan Laboratorium: Penataan Bahan Kimia Untuk Keamanan dan Keselamatan

best laboratory

PROGRAM KEGIATAN PENGEMBANGAN LABORATORIUM KIMIA

RANCANGAN KEGIATAN

A. BAHAN KIMIA

  1. Inventaris bahan kimia

Inventaris bahan-bahan kimia di laboratorium dibuat dengan data yang aktual dan memuat informasi tentang bahan kimia yaitu nama bahan kimia, rumus molekul, kemasan, produsen dan CAS number. Inventaris bahan kimia dibuat dengan program excel yang mempermudah ketika melakukan pencarian data bahan kimia yang dibutuhkan.

  1. Penataan bahan kimia.

Berdasarkan data bahan kimia yang telah tersedia maka dapat dilakukan penataan letak penyimpanan bahan kimia berdasarkan tanda bahaya, sifat, dan wujud dari bahan kimia tersebut (informasi dari Material Safety Data Sheet). Pada kegiatan ini, tentunya memerlukan lemari bahan kimia dan ruang khusus. Selain itu akan dilakukan pula pemisahan bahan kimia berdasarkan keadaan kemasannya (masih disegel atau sudah terbuka) Read more »