UA-82266412-1

Blog Archives

5 Program Pengelolaan Laboratorium Yang Penting Untuk Menunjang Kegiatan Praktikum Dan Penelitian

program pengelolaan laboratorium(Picture from http://rhizomananopropolis.com)

Laboratorium merupakan sarana penunjang kegiatan perkuliahan yang sangat penting untuk praktikum dan penelitian mahasiswa. Setiap semester pada satu tahun akademik perkuliahan di perguruan tinggi selalu ada kegiatan praktikum karena jurusan sains seperti kimia ini memerlukan jam praktikum untuk menggali dan memahami konsep dasar yang telah dipelajari secara teori diperkuliahan dengan dosen. Laboratorium Kimia Anorganik yang merupakan laboratorium yang berada di Divisi Kimia Anorganik Departemen Kimia FMIPA IPB memiliki jadwal praktikum disetiap semesternya. Pada semester ganjil terdapat praktikum tekhnik sintesis bahan anorganik dan pada semester genap terdapat paraktikum kimia anorganik dan kimia biologis.

Kegiatan  praktikum ini sangat penting untuk menunjang kompetensi mahasiswa dalam bidang ilmu kimia anorganik dan bioanorganik, maka dari itu untuk meningkatkan kualitas layanan laboratorium, diperlukan suatu program pengelolaan laboratorium regular setiap tahun agar  terdapat acuan yang jelas mengenai arah perkembangan laboratorium di masa yang akan datang. Tujuan dari pembuatan program pengelolaan laboratorium ini adalah untuk memberikan gambaran kegiatan laboratorium yang meliputi kegiatan paraktikum dan penelitian serta sebagai acuan program yang akan direalisasikan satu tahun kedepan selain program yang telah berjalan di tahun sebelumnya, sehingga lebih teraktualisasi dan terarah dalam mendukung visi dan misi Departemen Kimia FMIPA IPB. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

Seminar PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan) IPB : Tata Kelola Bahan Kimia dan Modifikasi Metode Maserasi

Seminar PLP IPB

Pada hari selasa tanggal 23 agustus 2016 di ruang sidang FPIK telah terselenggara Seminar Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dengan dua pemakalah yaitu Rohmat Ismail, A.Md dengan judul makalah “Penerapan Chemical Inventory Management System (CIMS) di Laboratorium Kimia Anorganik”  dan Esti Prihatini, S.Si dengan judul makalah “Modifikasi Metode Schultze dan Perbandingannya dengan Metode Schultze dan FPL”. Dua topik makalah ini sangat sesuai dengan bidang kajian PLP yaitu mengenai pengelolaan alat dan bahan, pengembangan sistem laboratorium, dan pengembangan metode. Kegiatan seminar PLP diawali dengan pembukaan dan kata sambutan dari ketua PLP IPB yaitu Bapak Sofyan, M.Si. beliau menyampaikan apresiasi yang besar terhadap panitia pelaksana atas terselenggaranya seminar ini dengan sangat baik. Sesi selanjutnya yaitu pemaparan materi seminar dengan membaginya menjadi dua sesi. Setiap sesi terdiri dari presentasi dan tanya jawab. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

4 Konsep dan Implementasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium

safety lab

(Picture from Lab Safety Culture at UCLA)

Penyelenggaraan pendidikan di bidang sains tentunya bukan hanya sekedar teori tetapi juga memerlukan aplikasi nyata yang dapat dilakukan dalam bentuk praktikum  maupun riset. Kegiatan praktikum dan  riset tersebut dilakukan di laboratorium  yang harus ditunjang dengan berbagai sarana pendukung baik itu peralatan, bahan  kimia, maupun personil laboratorium dengan kompetensi yang baik. Laboratorium  pendidikan sama  halnya seperti laboratorium di industri maupun di lingkungan pemerintahan, laboratorium pendidikan juga harus tetap memperhatikan keselamatan kesehatan kerja (K3) di laboratorium untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Terdapat tiga sumber bahaya di laboratorium yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yaitu bahaya fisika, bahaya kimia, dan bahaya biologis. Bahaya fisika dapat diakibat oleh tatanan ruang laboratorium yang buruk, penggunaan peralatan laboratorium yang tidak sesuai dengan prosedur, dan instalasi listrik yang tidak benar. Bahaya kimia dapat diakibatkan oleh penanganan tidak benar dari bahan kimia dengan sifat  yang korosif, mudah terbakar, beracun maupun karsinogenik. Bahaya biologis dapat disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri patogen dan hewan. Dari ketiga sumber bahaya tersebut, tentunya bahaya kimia yang memerlukan penanggulangan yang lebih rumit karena terkait dengan penataan bahan kimia mulai dari penerimaan, penyimpanan, pemakaian bahkan sampai pengelolaan limbahnya. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share