UA-82266412-1

Blog Archives

Filosofi Hidup: Lampion “ Sang Lampu Kertas Pembawa Harapan Dalam Hidup”

lampion tahun bari cinaLampion imlek (Picture from chinesenewyearmanchester.co.uk)

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan hingga akhirnya tahun demi tahun berganti. Dalam kehidupan tentunya bukan hanya sekedar menjalani dan menikmati proses saja akan tetapi harus ada sebuah kerja keras, harapan dan tujuan di dalamnya. Sebuah harapan dapat memberikan sebuah motivasi yang berharga dalam menggapai target-target hidup di masa yang akan datang. Dalam kalender terdapat berbagai jenis perhitungan tahun yaitu perhitungan tahun islam (hijriah), tahun masehi, tahun saka dan tahun cina (imlek). Dalam setiap tahun baru cina atau imlek terdapat berbagai hal yang menjadi ciri khas imlek baik itu berupa pernak-pernik maupun ritual tertentu, diantaranya yaitu adanya barongsai, perayaan cap go meh, dan lampion yang dipasang di sepanjang jalan /pelataran rumah. Lampion memberikan kesan yang meriah dan indah selama perayaan tahun baru.

Lampion adalah sejenis lampu yang biasanya terbuat dari kertas dengan lilin di dalamnya. Lampion yang lebih rumit dapat terbuat dari rangka bambu dibalut dengan kertas tebal atau sutera bewarna (biasanya merah). Lampion biasanya tidak dapat bertahan lama, dan mudah rusak. Asal mula lampion dalam bahasa Mandarin adalah 燈籠 dēng lóng atau disebut 燈彩 dēng cǎi yang diperkirakan berasal dari masa 1800 tahun yang lalu, yaitu masa Dinasti Han Barat. Lampion merupakan gabungan dari seni lukis, hiasan gunting kertas, origami, sulaman, yang mengunakan bahan bambu, kayu, rotan, batang gandum, tanduk hewan, bahan logam, dan sutera. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

HAPPY NEW YEAR!!!! RESOLUSI DI TAHUN 2015

Happy New Year…..2015

happy new year 2015 Setiap tanggal 1 januari, seluruh umat manusia merayakan tahun baru masehi. Apa sebenarnya tahun baru masehi itu? Awal tahun Masehi merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih (Yesus Kristus atau dalam bahasa Ibrani: “Yesua ha-Masiah”) karena itu kalender ini dinamakan menurut Yesus atau Masihiyah (Mesias). Kebalikannya, istilah Sebelum Masehi (SM) merujuk pada masa sebelum tahun tersebut. Sebagian besar orang non-Kristen biasanya mempergunakan singkatan M dan SM ini tanpa merujuk kepada konotasi Kristen tersebut. Sistem penanggalan yang merujuk pada awal tahun Masehi ini mulai diadopsi di Eropa Barat selama abad ke-8. Penghitungan kalender ini dimulai oleh seorang biarawan bernama Dionysius Exiguus (atau “Denis Pendek”) dan mula-mula dipergunakan untuk menghitung tanggal Paskah (Computus) berdasarkan tahun pendirian Roma (wikipedia). Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share