UA-82266412-1

Blog Archives

Metode Analisis Kuantitatif Kandungan Hara Makro: Nitrogen (N), Phosphorus (P), dan Kalium (K) dalam Sampel Tumbuhan

kandungan hara

(Picture from blog.greatgardensupply.com)

Preparasi Sampel

Jaringan tumbuhan dibersihkan dari debu, pestisida dan residu pupuk, normalnya dibersihkan dengan air deionisasi atau 0,1-0,3% detergent bebas posfor disertai dengan air deionisasi. Jika akan melakukan analisis kandungan hara yang mudah larut dalam air, sebaiknya jangan dibersihkan terutama untuk jangka waktu yang panjang namun untuk penentuan kandungan hara besi total harus dibersihkan. Segera keringkan dalam oven untuk menghentikan aktivitas enzimatik, biasanya pada suhu 65oC selama 24 jam. Penghalusan secara mekanis biasanya sampai mencapai tingkat kehalusan 60 mesh. Setelah sample halus, simpan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi. Read more »

VOGEL’S : Textbook Of Quantitative Chemical Analysis (Fifth Edition)

Quantitative Chemical Analysis

Quantitative chemical analysis is performed to accurately determine the concentration of elements in the material comprising a given sample. A variety of analysis techniques are used for metals and alloys to determine the alloy composition of raw materials to verify conformance to a specification or to identify the alloy used to make a specific component. Quantitative chemical analysis methods are also used occasionally for evaluation of foreign material contaminants in special cases for failure analysis or investigation of product manufacturing or handling problems (mee-inc.com).

Quantitative chemical analysis may be performed by one or more complimentary techniques, commonly including spark optical emission spectroscopy (Spark OES), inductively coupled plasma spectroscopy optical emission spectroscopy (ICP OES), x ray fluorescence spectroscopy (XRF), wet chemical analyses, combustion methods, and inert gas fusion(IG).The specific technique chosen will depend on the type of sample, quantity of material available for analysis, desired result, and cost constraints. In most cases, the applicable analysis techniques can detect parts per million concentrations or better  (mee-inc.com).

VOGEL’S : Textbook Of Quantitative Chemical Analysis (Fifth Edition) is one of recomended book for searching methode about quantitative chemical analysis especially in inorganic chemistry field The companion volume on Quantitative Chemical Analysis follows essentially similar lines.  Read more »

4 Langkah Tepat Formulasi Bentuk Sediaan Ekstrak Tanaman

ekstrak tanaman

Ekstraksi adalah kegiatan mengambil zat aktif dari suatu sampel dengan pelarut yang sesuai. Jenis ekstraksi yang dilakukan di laboratorium yaitu jenis ekstraksi padat-cair yang dapat dilakukan dengan beberapa teknik, di antaranya maserasi, refluks, dan soxhletasi. Ketiga teknik tersebut dapat digunakan disesuaikan dengan karakteristik sampel. Teknik maserasi umumnya digunakan untuk sampel yang tidak tahan panas dan sampel yang belum diketahui karakteristiknya sementara dua teknik ekstraksi lainnya dilakukan dengan bantuan pemanasan. Sesudah dilakukan ekstraksi sampel tanaman, dihasilkan larutan yang mengandung fraksi terlarut yang disebut dengan ekstrak. Read more »

Analisis Kuantitatif Unsur Hara Daun Kelapa Sawit Pada Pelepah Ke-17 Sebagai Langkah Optimasi Hasil Panen Kelapa Sawit

pohon kelapa sawit

Tanaman Kelapa Sawit (Picture from https://www.sciencenews.org)

Tanah dan tanaman merupakan dua hal yang sangat berkaitan dengan bidang pertanian. Kemajuan bidang pertanian dapat dicapai dengan adanya suatu peningkatan kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian dan tanaman sebagai hasil dari pertanian yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kualitas tanah dan tanaman dapat ditentukan dengan uji parameter baik secara fisik maupun kimia. Analisis kimia dalam tanaman dapat dilakukan pada seluruh bagian tanaman baik pada akar, batang , maupun daun. Jenis analisisnya pun dapat berupa analisis bahan anorganik (mineral) dan organik (metabolit primer dan sekunder). Analisis mineral pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu mineral makro dan mikro. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral makro yaitu P, K, Ca, Mg, dan Na. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral mikro yaitu Fe, Zn, B, Mn, Cu, dan Al. Salah satu komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi saat ini  yaitu tanaman kelapa sawit. Read more »