UA-82266412-1

Blog Archives

5 Program Pengelolaan Laboratorium Yang Penting Untuk Menunjang Kegiatan Praktikum Dan Penelitian

program pengelolaan laboratorium(Picture from http://rhizomananopropolis.com)

Laboratorium merupakan sarana penunjang kegiatan perkuliahan yang sangat penting untuk praktikum dan penelitian mahasiswa. Setiap semester pada satu tahun akademik perkuliahan di perguruan tinggi selalu ada kegiatan praktikum karena jurusan sains seperti kimia ini memerlukan jam praktikum untuk menggali dan memahami konsep dasar yang telah dipelajari secara teori diperkuliahan dengan dosen. Laboratorium Kimia Anorganik yang merupakan laboratorium yang berada di Divisi Kimia Anorganik Departemen Kimia FMIPA IPB memiliki jadwal praktikum disetiap semesternya. Pada semester ganjil terdapat praktikum tekhnik sintesis bahan anorganik dan pada semester genap terdapat paraktikum kimia anorganik dan kimia biologis.

Kegiatan  praktikum ini sangat penting untuk menunjang kompetensi mahasiswa dalam bidang ilmu kimia anorganik dan bioanorganik, maka dari itu untuk meningkatkan kualitas layanan laboratorium, diperlukan suatu program pengelolaan laboratorium regular setiap tahun agar  terdapat acuan yang jelas mengenai arah perkembangan laboratorium di masa yang akan datang. Tujuan dari pembuatan program pengelolaan laboratorium ini adalah untuk memberikan gambaran kegiatan laboratorium yang meliputi kegiatan paraktikum dan penelitian serta sebagai acuan program yang akan direalisasikan satu tahun kedepan selain program yang telah berjalan di tahun sebelumnya, sehingga lebih teraktualisasi dan terarah dalam mendukung visi dan misi Departemen Kimia FMIPA IPB. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

4 Konsep dan Implementasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium

safety lab

(Picture from Lab Safety Culture at UCLA)

Penyelenggaraan pendidikan di bidang sains tentunya bukan hanya sekedar teori tetapi juga memerlukan aplikasi nyata yang dapat dilakukan dalam bentuk praktikum  maupun riset. Kegiatan praktikum dan  riset tersebut dilakukan di laboratorium  yang harus ditunjang dengan berbagai sarana pendukung baik itu peralatan, bahan  kimia, maupun personil laboratorium dengan kompetensi yang baik. Laboratorium  pendidikan sama  halnya seperti laboratorium di industri maupun di lingkungan pemerintahan, laboratorium pendidikan juga harus tetap memperhatikan keselamatan kesehatan kerja (K3) di laboratorium untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Terdapat tiga sumber bahaya di laboratorium yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yaitu bahaya fisika, bahaya kimia, dan bahaya biologis. Bahaya fisika dapat diakibat oleh tatanan ruang laboratorium yang buruk, penggunaan peralatan laboratorium yang tidak sesuai dengan prosedur, dan instalasi listrik yang tidak benar. Bahaya kimia dapat diakibatkan oleh penanganan tidak benar dari bahan kimia dengan sifat  yang korosif, mudah terbakar, beracun maupun karsinogenik. Bahaya biologis dapat disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri patogen dan hewan. Dari ketiga sumber bahaya tersebut, tentunya bahaya kimia yang memerlukan penanggulangan yang lebih rumit karena terkait dengan penataan bahan kimia mulai dari penerimaan, penyimpanan, pemakaian bahkan sampai pengelolaan limbahnya. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

4 Konsep Mudah Untuk Program Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Laboratorium

Laboratory

(Picture from http://wpmlabs.com)

Penyelenggaran  praktikum dan  penelitian yang dilakukan di laboratorium setiap tahun akademik, tentunya memerlukan perkembangan yang disesuaikan dengan berbagai aspek yang perlu dipertimbangan seperti pertumbuhan jumlah mahasiswa, perkembangan bidang penelitian yang selalu mengikuti perkembangan zaman, pengembangan kajian materi praktikum yang sealu terbarukan seiring dengan berkembangnya fasilitas alat dan sarana penunjang yang terdapat di laboratorium serta adanya peningkatan sumberdaya manusia dari para pengelola laboratorium itu sendiri. Hal tersebut dapat tercapai dengan adanya suatu konsep evaluasi yang harus dilakukan secara periodik sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk proses perbaikan di masa yang akan datang dalam hal pengelolaan laboratorium. Dengan adanya evaluasi, pihak laboratorium dapat mengetahui sejauh mana capaian  target dari perencanaan yang telah dibuat di awal perode penyelenggaran kegiatan praktikum dan penelitian. Hasil evaluasi harus didukung oleh data-data yang akurat sebagai fakta pendukung dari capaian target yang telah direncanakan. Program evaluasi dapat dilakukan dengan cara pembuatan kuisioner, pembuatan laporan, melakukan pengujian , dan pengamatan secara langsung. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share