UA-82266412-1

Blog Archives

Formulir Permintaan Alat dan Bahan Kimia Laboratorium

Dalam kegiatan penelitian dan praktikum di laboratorium, tentunya kita akan memerlukan alat dan bahan kimia. Kebutuhan alat dapat dibedakan menjadi alat penunjang seperti tanur, oven dan neraca analitik dan alat gelas seperti gelas piala, pipet mohr dan buret. Kebutuhan bahan kimia dapat disesuaikan dengan metode pengujian yang digunakan dapat berupa bahan kimia padatan (misalnya garam dan logam), cairan (misalnya larutan asam basa), dan gas (misalnya amoniak dan hidrokarbon). Dalam sistem management laboratorium yang baik diperlukan suatu bentuk dokumen untuk mengendalikan penggunaan bahan kimia dan alat tersebut. Dokumen tersebut dapat berupa formulir pemintaan alat dan bahan kimia di laboratorium.

formulir permintaan alat dan bahan kimia

Read more »

Analisis Kuantitatif Unsur Hara Daun Kelapa Sawit Pada Pelepah Ke-17 Sebagai Langkah Optimasi Hasil Panen Kelapa Sawit

pohon kelapa sawit

Tanaman Kelapa Sawit (Picture from https://www.sciencenews.org)

Tanah dan tanaman merupakan dua hal yang sangat berkaitan dengan bidang pertanian. Kemajuan bidang pertanian dapat dicapai dengan adanya suatu peningkatan kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian dan tanaman sebagai hasil dari pertanian yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kualitas tanah dan tanaman dapat ditentukan dengan uji parameter baik secara fisik maupun kimia. Analisis kimia dalam tanaman dapat dilakukan pada seluruh bagian tanaman baik pada akar, batang , maupun daun. Jenis analisisnya pun dapat berupa analisis bahan anorganik (mineral) dan organik (metabolit primer dan sekunder). Analisis mineral pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu mineral makro dan mikro. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral makro yaitu P, K, Ca, Mg, dan Na. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral mikro yaitu Fe, Zn, B, Mn, Cu, dan Al. Salah satu komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi saat ini  yaitu tanaman kelapa sawit. Read more »

Analisis Kuantitatif Mikrob Pelarut Phosfat Secara Plate Count Dengan Media Pikovskaya

koloni bakteri pelarut phosfatUnsur P (Phosfor) merupakan unsur yang penting dan termasuk mineral makro dalam tanaman sehingga ketersediaannya di dalam tanah sebagai media tumbuh harus tinggi. Unsur P dalam tanah berbentuk phosfat yang terikat dengan koloid tanah. Phosfat dalam tanah tersedia dalam bentuk bebas dan terikat namun yang dapat diserap oleh akar tanaman adalah phosfat dalam bentuk bebas. sebagian beasar tanah di indonesia memiliki kandungan phosfat tinggi namun dalam keadaan yang terikat sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan phosfat sehingga petani melakukan pemupukan phosfat dalam jumlah banyak. Dampak negatif dari penggunajan pupuk phosfat sebagai pupuk kimia adalah meningkatkan kandungan residu phosfat yang tinggi sehingga menyebabkan banyak phosfat yang terikat dengan koloid dalam tanah bukan sebagi phosfat bebas yang dapat diserap tanaman. Read more »