UA-82266412-1

Blog Archives

5 Program Pengelolaan Laboratorium Yang Penting Untuk Menunjang Kegiatan Praktikum Dan Penelitian

program pengelolaan laboratorium(Picture from http://rhizomananopropolis.com)

Laboratorium merupakan sarana penunjang kegiatan perkuliahan yang sangat penting untuk praktikum dan penelitian mahasiswa. Setiap semester pada satu tahun akademik perkuliahan di perguruan tinggi selalu ada kegiatan praktikum karena jurusan sains seperti kimia ini memerlukan jam praktikum untuk menggali dan memahami konsep dasar yang telah dipelajari secara teori diperkuliahan dengan dosen. Laboratorium Kimia Anorganik yang merupakan laboratorium yang berada di Divisi Kimia Anorganik Departemen Kimia FMIPA IPB memiliki jadwal praktikum disetiap semesternya. Pada semester ganjil terdapat praktikum tekhnik sintesis bahan anorganik dan pada semester genap terdapat paraktikum kimia anorganik dan kimia biologis.

Kegiatan  praktikum ini sangat penting untuk menunjang kompetensi mahasiswa dalam bidang ilmu kimia anorganik dan bioanorganik, maka dari itu untuk meningkatkan kualitas layanan laboratorium, diperlukan suatu program pengelolaan laboratorium regular setiap tahun agar  terdapat acuan yang jelas mengenai arah perkembangan laboratorium di masa yang akan datang. Tujuan dari pembuatan program pengelolaan laboratorium ini adalah untuk memberikan gambaran kegiatan laboratorium yang meliputi kegiatan paraktikum dan penelitian serta sebagai acuan program yang akan direalisasikan satu tahun kedepan selain program yang telah berjalan di tahun sebelumnya, sehingga lebih teraktualisasi dan terarah dalam mendukung visi dan misi Departemen Kimia FMIPA IPB. Read more »

X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF)

xrf venus mini 100X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) Philips Venus

(Picture from http://www.professionalsystems.pk)

Alat X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) memanfaatkan sinar X sebagai sumber energi radiasinya dengan panjang gelombang antara 100 A sampai 0,1 A dan memiliki energi yang besar. Alat XRF mempunyai keunggulan analisis yaitu lebih sederhana, preparasi sampelnya tidak rumit hanya dibentuk menjadi pelet, dan waktu yang dipergunakan untuk satu kali pengukuran hanya 300 detik. Alat XRF bersifat tidak merusak sampel ketika proses analisisnya (nondestruktif). Alat XRF dapat menganalisis unsur-unsur yang membangun material, namun untuk unsur ringan tidak dapat teridentifikasi. Terdapat 2 jenis XRF berdasarkan perangkat dalam analisisnya yaitu Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED XRF) yang membedakan setiap radiasi fluoresens spesifik dari suatu unsur berdasarkan energi foton yang dihasilkan setelah proses radiasi dan Wavelength Dispersive X-Ray Fluorescence (WD XRF) yang memisahkan setiap radiasi fluoresens sinar X ke sudut refleksi tertentu berdasarkan panjang gelombangnya (Gosseau 2009). Read more »

Metode Uji Fitokimia: Metode Kualitatif Untuk Mengetahui Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Pada Sampel Tanaman

phythochemical(Picture from http://www.pnsc.ufscar.br)

Pengujian fitokimia dapat dilakukan pada simplisia kering dan ekstrak yang diperoleh. Pengujian fitokimia ini bertujuan untut mengetahui secara kualitatif kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam sampel. Sampel tumbuhan dikeringkan dengan menggunakan oven bersuhu 40 oC hingga kadar airnya kurang dari 10 %. Setelah kering sampel dihaluskan hingga berukuran 100 mesh. Sampel telah halus dan menjadi serbuk selanjutnya diuji fitokimia. Uji fitokimia terdiri dari alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid.

Identifikasi Alkaloid

ditimbang 500 mg serbuk simplisia, ditambahkan 1 mL asam klorida 2 N dan 9 mL air, dipanaskan di atas penangas air selarna 2 menit, didinginkan dan disaring. Dipindahkan 3 ml filtrat pada kaca arloji kemudian ditambahkan 2 tetes pereaksi Dragendorrf, jika terjadi endapan coklat maka simplisia tersebut mengandung alkaloid. Jika dengan pereaksi Mayer terbentuk endapan menggumpal berwarna putih atau kuning yang larut dalam methanol maka ada kemungkinan terdapat alkaloid. Read more »