UA-82266412-1

Blog Archives

Alat Konduktometer: Alat Pengukur Daya Hantar Listrik Pada Larutan Dalam Kegiatan Penelitian dan Praktikum

CyberScanCON510Berdasarkan daya hantar listriknya, suatu larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit. Hal tersebut didasarkan pada derajat ionisasi dari zat yang terlarut didalamnya. Salah satu cara secara kuantitatif untuk mengetahui sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya yaitu dengan mengukur larutan tersebut dengan alat konduktometer. Konduktometer merupakan alat yang memrlukan prosedur pemakaian khusus karena terkait dengan sensitivitas pengukurannya yang harus selalu dijaga agar tetap mendapatkan hasil pengukuran yang memiliki akurasi tinggi. Berikut ini instruksi kerja dari konduktometer yang perlu diperhatikan. Read more »

Uji Toksisitas Ekatrak Tanaman Terhadap Larva Udang (Artemia salina)

larva udangArtemia adalah sejenis udang-udangan primitif. Artemia semula diberi nama Cancer salinus oleh Linnaeus pada tahun 1778, tetapi kemudian pada tahun 1919. diubah menjadi Artemia salina Leach. Artemia hidup secara planktonik diperairan laut yang kadar garamnya (salinitasnya) berkisar antara 15-300 per mil dan suhunya berkisar antara 26ºC-31ºC serta nilai pH nya antara 7,3-8,4. Keistimewaan Artemia sebagai plankton adalah memiliki toleransi (kemampuan beradaptasi dan mempertahankan diri) pada kisaran kadar garam yang sangat luas. Pada kadar garam yang sangat tinggi dimana tidak ada satupun organisme lain mampu bertahan hidup, ternyata Artemia mampu mentolelirnya (Fathiyawati 2008). Kemampuan adaptasi yang baik inilah yang menyebabkannya digunakan sebagai uji pendahuluan terhadap efek toksisitas dari suatu bahan. Read more »

Tabel Konversi Bahan Kimia: Tabel Mudah Dan Praktis Sebagai Acuan Pembuatan Larutan Di Laboratorium Dari Stock Bahan Kimia Pekat

bahan kimia

(Picture from http://www.delamochemical.com)

Dalam kegiatan praktikum maupun penelitian di laboratorium, tentunya pembuatan larutan merupakan bagian hal yang penting karena merupakan salah satu dasar kerja di laboratorium yang kompetensinya harus bagus. Akurasi dalam hal perhitungan larutan sangat penting untuk menjamin reaksi yang terjadi dalam tahapan proses analisis berjalan sesuai prosedur sehingga dapat menghasilkan data yang akurat. Dalam proses pembuatan larutan, terdapat berbagai macam satuan untuk menyatakan tingkat konsentrasi zat dalam suatu larutan diantaranya yaitu Molaritas (M), Normalitas (N), dan Persentase (%). Pada realitanya di laboratorium, bahan-bahan kimia yang kita gunakan pastinya tersedia dalam stok pekat atau konsentrasi tinggi dengan satuan tertentu. Pada umumnya satuan yang digunakan dalam bentuk % bobot per volume yang artinya terdapat sekian gram zat dalam 100 mL larutan. Tentunya jika kita ingin membuat larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dari stok pekat maka harus melakukan pengenceran terlebih dahulu dan jika satuan konsentrasi target berbeda dari satuan konsentrasi bahan kimia pekat maka harus dilakukan konversi satuan terlebih dahulu sehingga memerlukan proses perhitungan tertentu atau suatu tabel konversi bahan kimia. Read more »