UA-82266412-1

Blog Archives

Alat Konduktometer: Alat Pengukur Daya Hantar Listrik Pada Larutan Dalam Kegiatan Penelitian dan Praktikum di Laboratorium

CyberScanCON510Berdasarkan daya hantar listriknya, suatu larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit. Hal tersebut didasarkan pada derajat ionisasi dari zat yang terlarut didalamnya. Salah satu cara secara kuantitatif untuk mengetahui sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya yaitu dengan mengukur larutan tersebut dengan alat konduktometer. Nila daya hantar listrik yang terukur oleh alat konduktometer merupakan nilai daya hantar ekivelan yang didefiniskan sebagai kemampuan suatu zat terlarut untuk meghantarkan arus listrik pada satu gram berat ekivalen zat terlarut tersebut di antara dua elektroda dengan jarak 1 cm. Definis dari berat ekivalen zat itu sendiri adalah berat molekul zat dibagi dengan jumlah muatan ion positif dan negatifnya. Daya hantar ekivalen pada larutan encer diberi simbol yang nilainya tertentu untuk setiap jenis ion. Konduktometer merupakan alat yang memerlukan prosedur pemakaian khusus karena terkait dengan sensitivitas pengukurannya yang harus selalu dijaga agar tetap mendapatkan hasil pengukuran yang memiliki akurasi tinggi. Berikut ini instruksi kerja dari konduktometer yang perlu diperhatikan. Read more »

Titrasi Kompleksometri: Metode Konvensional Yang Tepat Untuk Penentuan Kadar Logam Kalsium Dalam Sampel Zeolite Secara Titrimetri

Persiapan alat analisis kalsiumPersiapan alat buret mikro untuk titrasi

Prinsip dasar dari  titrasi kompleksometri adalah terjadinya reaksi pembentukan ion ion kompleks antara bahan yang akan dianalisis dan titran.  Terdapat dua acara yang terkenal dari jenis titrasi kompleksometri ini yaitu cara Liebig dan Schwarzenbach. Cara Liebig menggunakan ligan monodental sebagai pengkelat misalnya menggunakan titran AgNO3 untuk menentukan kadar CN-, sedangkan pada acara Schwarzenbach menggunakan ligan polidental terutama tertuju pada asam-asam aminopolikarboksilat salah satunya adalah Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) yang merupakan suatu asam organik berbasa empat. Titrasi kompleksometri ini merupakan metode konvensional yang dapat digunakan untuk menentukan kadar kalsium atau logam lain dalam suatu sampel. Kalsium akan dikelat oleh EDTA selama proses titrasi dan titik akhir akan ditunjukan oleh perubahan warna indikator metalokromik.
Read more »

Metode Konvensional Penentuan Bahan Hilang Pijar (Loss Of Ignition) Pada Sampel Tanah Lempung (Clay) Sebagai Bahan Baku Keramik Secara Gravimetri

ceramic industryIndustri keramik (Picture from https://www.stiavelli.com)

Istilah keramik mencakup material sintetik yang komponen pentingnya berupa material nonlogam anorganik. Definisi yang luas ini meliputi semen, beton, kaca di samping produk lempung yang di bakar lebih tradisional seperti batu bata, genteng, tembikar dan porselin. Keramik telah digunakan sejak dahulu; bangkitnya peradaban dari keadaan primitif ditandai dengan serpihan-serpihan tembikar. Keramik mempunyai kelebihan dalam hal kekakuan, kekerasan, tahan aus, dan tahan korosi (terutama oleh oksigen dan air), meskipun pada suhu tinggi. Keramik memiliki kerapatan lebih kecil daripada kebanyakan logam, yang membuatnya disukai sebagai pengganti logam bila bobot merupakan hal yang dipertimbangkan. Kebanyakan keramik merupakan isolator listrik yang baik pada suhu normal, suatu sifat yang dimanfaatkan dalam elektronika dan transmisi daya (Oxtoby et al. 2003). Salah satu bahan baku yang sangat penting untuk pembuatan keramik adalah tanah lempung (Clay).
Read more »

Analisis Kuantitatif Kandungan Total Karbohidrat Dalam Sampel Tepung Dengan Pereaksi Anthrone Secara Spektrofotometri

Hasil hidrolisis sampel tepung dengan asam klorida

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk, khususnya bagi penduduk negara berkembang. Walaupun jumlah kalori yang dapat dihasilkan oleh satu gram karbohidrat hanya 4 Kal bila dibandingkan dengan protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang murah. Selain itu, beberapa golongan karbohidrat menghasilkan serat-serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan. Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokan menjadi monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan suatu molekul yang dapat terdiri dari lima atau enam atom karbon, sedangkan oligosakarida merupakan polimer dari 2-10 monosakarida dan pada umumnya polisakarida merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10 monomer yang berupa monosakarida. Contoh monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa, contoh oligosakarida yaitu sukrosa dan laktosa, dan contoh polisakarida yaitu pati. Read more »