UA-82266412-1

Blog Archives

Fasilitas Praktikum dan Penelitian Mahasiswa: Laboratorium Divisi Kimia Anorganik Di Gedung Baru Departemen Kimia FMIPA IPB Untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan

Laboratorium Penelitian

Laboratorium Penelitian Divisi Kimia Anorganik Di Gedung Baru

Setelah sempat berpindah-pindah gedung, Alhamdulillah akhirnya Departemen Kimia FMIPA IPB memiliki gedung sendiri dengan berbagai fasilitas yang mendukung proses kegiatan perkuliahan dan praktikum. Fasilitas yang sangat diutamakan tentunya adalah laboratorium karena  kegiatan praktikum dan penelitian mahasiswa yang dilakukan di laboratorium merupakan sarana aplikasi ilmu kimia. Gedung Departemen Kimia terdiri dari tiga level dan dua wing. Level satu wing satu merupakan area untuk Laboratorium Divisi Kimia Organik dan level dua wing dua merupakan area untuk Laboratorium Divisi Kimia Analitik. Level dua wing satu merupakan area untuk Laboratorium Divisi Kimia Fisik dan level dua wing dua merupakan area untuk Divisi Kimia Anorganik. Level tiga wing satu merupakan area sekertariat Departemen Kimia dan level tiga wing dua merupakan area Laboratorium Bersama.

Read more »

Pengembangan Manajemen Laboratorium Kimia: Rencana Tanggap Darurat Keselamatan Kerja Di Laboratorium

personil laboratoriumpersonil laboratorium(Picture from https://www.pond5.com)

A. Personil Laboartorium

Personil laboaratorium merupakan orang-orang yang terlibat ketika bekerja di laboratorium. Personil laboratorium untuk jenis laboratorium pendidikan dapat terdiri dari analis, teknisi, laboran, praktikan, dosen dan penanggung jawab praktikum. Dalam kegiatan yang dilakukan di laboartorium, terdapat prinsip-prinsip dasar yang harus dilakukan oleh setiap personil yaitu

  1. Selalu persiapkan alat pelindung diri seperti masker, googles, dan sarung tangan ketika akan bekerja di laboratorium karena pola pikir yang harus kita kembangkan adalah bahwa setiap hal yang terdapat di laboaratorium itu dapat menimbulkan bahaya pada diri kita sendiri, baik itu bahan kimia maupun kesalahan prosedur dalam penggunaan peralatan.

Read more »

Instrumen Analisis Mineral Dengan Kecepetan Akurasi Data Tinggi: X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF)

xrf venus mini 100X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) Philips Venus

(Picture from http://www.professionalsystems.pk)

Alat X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) memanfaatkan sinar X sebagai sumber energi radiasinya dengan panjang gelombang antara 100 A sampai 0,1 A dan memiliki energi yang besar. Alat XRF mempunyai keunggulan analisis yaitu lebih sederhana, preparasi sampelnya tidak rumit hanya dibentuk menjadi pelet, dan waktu yang dipergunakan untuk satu kali pengukuran hanya 300 detik. Alat XRF bersifat tidak merusak sampel ketika proses analisisnya (nondestruktif). Alat XRF dapat menganalisis unsur-unsur yang membangun material, namun untuk unsur ringan tidak dapat teridentifikasi. Terdapat 2 jenis XRF berdasarkan perangkat dalam analisisnya yaitu Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED XRF) yang membedakan setiap radiasi fluoresens spesifik dari suatu unsur berdasarkan energi foton yang dihasilkan setelah proses radiasi dan Wavelength Dispersive X-Ray Fluorescence (WD XRF) yang memisahkan setiap radiasi fluoresens sinar X ke sudut refleksi tertentu berdasarkan panjang gelombangnya (Gosseau 2009). Read more »

Metode Analisis Kuantitatif Kandungan Hara Makro: Nitrogen (N), Phosphorus (P), dan Kalium (K) dalam Sampel Tumbuhan

kandungan hara

(Picture from blog.greatgardensupply.com)

Preparasi Sampel

Jaringan tumbuhan dibersihkan dari debu, pestisida dan residu pupuk, normalnya dibersihkan dengan air deionisasi atau 0,1-0,3% detergent bebas posfor disertai dengan air deionisasi. Jika akan melakukan analisis kandungan hara yang mudah larut dalam air, sebaiknya jangan dibersihkan terutama untuk jangka waktu yang panjang namun untuk penentuan kandungan hara besi total harus dibersihkan. Segera keringkan dalam oven untuk menghentikan aktivitas enzimatik, biasanya pada suhu 65oC selama 24 jam. Penghalusan secara mekanis biasanya sampai mencapai tingkat kehalusan 60 mesh. Setelah sample halus, simpan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi. Read more »