UA-82266412-1

Blog Archives

4 Konsep Mudah Untuk Program Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Laboratorium

Laboratory

(Picture from http://wpmlabs.com)

Penyelenggaran  praktikum dan  penelitian yang dilakukan di laboratorium setiap tahun akademik, tentunya memerlukan perkembangan yang disesuaikan dengan berbagai aspek yang perlu dipertimbangan seperti pertumbuhan jumlah mahasiswa, perkembangan bidang penelitian yang selalu mengikuti perkembangan zaman, pengembangan kajian materi praktikum yang sealu terbarukan seiring dengan berkembangnya fasilitas alat dan sarana penunjang yang terdapat di laboratorium serta adanya peningkatan sumberdaya manusia dari para pengelola laboratorium itu sendiri. Hal tersebut dapat tercapai dengan adanya suatu konsep evaluasi yang harus dilakukan secara periodik sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk proses perbaikan di masa yang akan datang dalam hal pengelolaan laboratorium. Dengan adanya evaluasi, pihak laboratorium dapat mengetahui sejauh mana capaian  target dari perencanaan yang telah dibuat di awal perode penyelenggaran kegiatan praktikum dan penelitian. Hasil evaluasi harus didukung oleh data-data yang akurat sebagai fakta pendukung dari capaian target yang telah direncanakan. Program evaluasi dapat dilakukan dengan cara pembuatan kuisioner, pembuatan laporan, melakukan pengujian , dan pengamatan secara langsung. Read more »

Kegiatan Visitasi Laboratorium di Politeknik Negeri Batam Sebagai Bagian Dari Rangkaian Diklat Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan Tingkat Terampil Tahun 2016

Gedung Politeknik Negeri Batam

Pada hari Jumat tanggal 22 Juli 2016, para peserta diklat fungsional pranata laboratorium pendidikan melakukan kunjungan laboratorium ke Politeknik Negeri Batam yang merupakan perguruan tinggi negri berbasis sekolah vokasi di Batam. Acara dimulai dengan adanya acara sambutan dari pihak institusi yaitu Bapak Sumantri Kurniawan selaku ketua jurusan tekhnik elektro dan Bapak Hendra Gunawan selaku Direktur I. Berdasarkan pemaparan dari pihak institusi, Politeknik Negeri Batam dibangun pada tahun 2000 atas kerja sama antara Institut Teknologi Bandung dan Pemerintah Kota Batam. Read more »

4 Langkah Tepat Formulasi Bentuk Sediaan Ekstrak Tanaman

ekstrak tanaman

Ekstraksi adalah kegiatan mengambil zat aktif dari suatu sampel dengan pelarut yang sesuai. Jenis ekstraksi yang dilakukan di laboratorium yaitu jenis ekstraksi padat-cair yang dapat dilakukan dengan beberapa teknik, di antaranya maserasi, refluks, dan soxhletasi. Ketiga teknik tersebut dapat digunakan disesuaikan dengan karakteristik sampel. Teknik maserasi umumnya digunakan untuk sampel yang tidak tahan panas dan sampel yang belum diketahui karakteristiknya sementara dua teknik ekstraksi lainnya dilakukan dengan bantuan pemanasan. Sesudah dilakukan ekstraksi sampel tanaman, dihasilkan larutan yang mengandung fraksi terlarut yang disebut dengan ekstrak. Read more »

Analisis Kuantitatif Mikrob Pelarut Phosfat Secara Plate Count Dengan Media Pikovskaya

koloni bakteri pelarut phosfatUnsur P (Phosfor) merupakan unsur yang penting dan termasuk mineral makro dalam tanaman sehingga ketersediaannya di dalam tanah sebagai media tumbuh harus tinggi. Unsur P dalam tanah berbentuk phosfat yang terikat dengan koloid tanah. Phosfat dalam tanah tersedia dalam bentuk bebas dan terikat namun yang dapat diserap oleh akar tanaman adalah phosfat dalam bentuk bebas. sebagian beasar tanah di indonesia memiliki kandungan phosfat tinggi namun dalam keadaan yang terikat sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan phosfat sehingga petani melakukan pemupukan phosfat dalam jumlah banyak. Dampak negatif dari penggunajan pupuk phosfat sebagai pupuk kimia adalah meningkatkan kandungan residu phosfat yang tinggi sehingga menyebabkan banyak phosfat yang terikat dengan koloid dalam tanah bukan sebagi phosfat bebas yang dapat diserap tanaman. Read more »