UA-82266412-1

Blog Archives

Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional IPB 2018: Strategi Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Jabatan Fungsional

Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional IPB 2018Panitia, Para Pejabat dan Nara Sumber Pada Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional IPB 2018

Pada hari kamis dan jumat tanggal 8 – 9 Februari 2018 telah dilaksanakan Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional IPB 2018 dengan tema “Strategi Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Jabatan Fungsional”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan ASN sebagai sumber daya manusia yang harus selalu berkembang baik dalam sisi kompetensi maupun karirnya. Seiring berkembangnya zaman, perubahan sistem pengelolaan sumber daya tersebut  harus dirubah dari  perspektif  lama yaitu sistem manajemen kepegawaian yang hanya menekankan pada adanya hak dan kewajiban individual pegawai, menuju pespektif baru yang lebih menekankan pada manajemen pengembangan sumber daya manusia secara strategis (strategic human resource management) sehingga mampu menghasilkan ASN yang memiliki pola pikir yang dinamis dan dapat melaksanakan tugas serta fungsinya dalam pemerintahan dengan berbagai tantangan global yang dihadapi bangsa Indonesia. Read more »

Penentuan Kadar Amoniak Dalam Sampel Tanah Dengan Pereaksi Nessler Secara Spektrofotometri

nitrogen-cycle-vector-designSiklus nitrogen dalam ekosistem

(Picture from https://thumbs.dreamstime.com)

Nitrogen merupakan unsur hara penting dalam bidang pertanian. Mengingat tingginya kebutuhan nitrogen (N) tanaman dan rendahnya tingkat ketersediaan N di hampir semua jenis tanah, maka pemantauan dinamika pupuk N di tanah menjadi penting dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Nitrogen dalam tanah tersedia dalam berbagai bentuk senyawa, baik organik maupun anorganik. Pembentukan nitrogen sebagian besar terdiri dari sisa tanaman dan mikroba. Dengan bertambahnya tingkat  kekeringan, maka komposisi bahan organik dan total N dalam tanah  cenderung menurun. Fraksi N anorganik dalam tanah terdiri dari amonium (NH4+), nitrat (NO3-), dan nitrit (NO2-). Lingkungan (suhu dan kelembaban) dan manajerial penggunaan lahan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika siklus nitrogen fraksi organik dan juga dalam bentuk anorganik dalam tanah. Bentuk NH4-N dan NO3-N secara rutin diukur di laboratorium tanah dengan hasil analisis yang menggambarkan tingkat mineralisasi, dan merupakan bentuk N yang diambil oleh tanaman. Analisis kuantitatif amoniak atau bentuk ion amonium dapat dilakukan dengan cara spektrofotometri. Pada metode ini, amoniak atau bentuk ion amonium akan membentuk senyawa kompleks dengan pereaksi Nessler (larutan kalium merkuri iodida dalam suasana basa NaOH/KOH) yang berwarna coklat, berikut ini reaksi yang terjadi:

2K2[HgI4]+3KOH+NH3 →[OHg2.NH2]I+7KI +2H2O

Read more »

Titrasi Kompleksometri: Metode Konvensional Yang Tepat Untuk Penentuan Kadar Logam Kalsium Dalam Sampel Zeolite Secara Titrimetri

Persiapan alat analisis kalsiumPersiapan alat buret mikro untuk titrasi

Prinsip dasar dari  titrasi kompleksometri adalah terjadinya reaksi pembentukan ion ion kompleks antara bahan yang akan dianalisis dan titran.  Terdapat dua acara yang terkenal dari jenis titrasi kompleksometri ini yaitu cara Liebig dan Schwarzenbach. Cara Liebig menggunakan ligan monodental sebagai pengkelat misalnya menggunakan titran AgNO3 untuk menentukan kadar CN-, sedangkan pada acara Schwarzenbach menggunakan ligan polidental terutama tertuju pada asam-asam aminopolikarboksilat salah satunya adalah Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) yang merupakan suatu asam organik berbasa empat. Titrasi kompleksometri ini merupakan metode konvensional yang dapat digunakan untuk menentukan kadar kalsium atau logam lain dalam suatu sampel. Kalsium akan dikelat oleh EDTA selama proses titrasi dan titik akhir akan ditunjukan oleh perubahan warna indikator metalokromik.
Read more »