UA-82266412-1

Blog Archives

pH Meter : Alat Pengukur Tingkat Keasaman Sampel Dalam Fase Larutan Secara Kuantitatif

image_13119pH adalah ukuran atau derajat asam atau basanya suatu zat. Dalam kegiatan analisis baik kualitatif maupun kuantitatif, pengukuran ph sangat penting karena mempengaruhi reaksi yang terjadi selama proses analisis. Terdapat beberapa reaksi yang sangat  dipengaruhi oleh pH diantaranya yaitu reaksi pelarutan logam. reaksi kesetimbangan pembentukan kompleks logam yang menghasilkan warna untuk pengukuran di spektrofotometer sinar tampak, reaksi pembentukan endapan, reaksi pembentukan warna asam dan basa pada senyawa metabolit sekunder yang dapat dijadikan indikator asam basa alami dan reaksi kesetimbangan asam basa pada pembentukan larutan penyangga (Buffer) dan reaksi hidrolisis garam. Begitu pentingya pengukuran nilai pH dalam reaksi kimia, maka keakuratan nilai pengukuran pH harus begitu diperhatikan. Nilai pH dapat dikuantitasi dengan baik dengan menggunakan pH meter. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin tinggi, alat pH meter telah mampu menghasilkan data digital dengan ketelitian dua digit angka dibelakang koma. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

Alat Konduktometer: Alat Pengukur Daya Hantar Listrik Pada Larutan Dalam Kegiatan Penelitian dan Praktikum

CyberScanCON510Berdasarkan daya hantar listriknya, suatu larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit. Hal tersebut didasarkan pada derajat ionisasi dari zat yang terlarut didalamnya. Salah satu cara secara kuantitatif untuk mengetahui sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya yaitu dengan mengukur larutan tersebut dengan alat konduktometer. Konduktometer merupakan alat yang memrlukan prosedur pemakaian khusus karena terkait dengan sensitivitas pengukurannya yang harus selalu dijaga agar tetap mendapatkan hasil pengukuran yang memiliki akurasi tinggi. Berikut ini instruksi kerja dari konduktometer yang perlu diperhatikan. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

Sistem Managemen Laboratorium: Instruksi Kerja Alat

instruksi kerja alat(Picture from http://images.slideplayer.com)

Instruksi kerja alat yang memuat cara penggunaan alat dengan benar dibuat agar masa pakainya menjadi lebih lama. Instruksi kerja memuat informasi tentang spesifikasi alat, fungsi alat dan cara menggunakan alat sehingga lebih jelas. Instruksi kerja ditujukan untuk semua pengguna laboratorium baik dari pihak internal maupun eksternal jurusan kimia. Instruksi kerja alat dibuat agar pihak yang menggunakan peralatan laboratorium lebih disiplin dalam hal cara menggunakan alat karena telah mengetahui tahap demi tahap prosedur penggunaanya. Instruksi kerja alat ini wajib diterapkan oleh semua pihak yang menggunakan alat. Dengan adanya instruksi kerja alat, kegiatan laboratorium yang berkaitan dengan penggunaan alat akan berjalan lebih baik. Dengan bentuk tertulis dan disampaikan dengan komunikasi efektif, maka pengguna dapat lebih memahami isi instruksi kerja alat serta setelah penerapan jangka panjang, dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengoperasian alat. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share