UA-82266412-1

Blog Archives

Metode Konvensional Penentuan Bahan Hilang Pijar (Loss Of Ignition) Pada Sampel Tanah Lempung (Clay) Sebagai Bahan Baku Keramik Secara Gravimetri

ceramic industryIndustri keramik (Picture from https://www.stiavelli.com)

Istilah keramik mencakup material sintetik yang komponen pentingnya berupa material nonlogam anorganik. Definisi yang luas ini meliputi semen, beton, kaca di samping produk lempung yang di bakar lebih tradisional seperti batu bata, genteng, tembikar dan porselin. Keramik telah digunakan sejak dahulu; bangkitnya peradaban dari keadaan primitif ditandai dengan serpihan-serpihan tembikar. Keramik mempunyai kelebihan dalam hal kekakuan, kekerasan, tahan aus, dan tahan korosi (terutama oleh oksigen dan air), meskipun pada suhu tinggi. Keramik memiliki kerapatan lebih kecil daripada kebanyakan logam, yang membuatnya disukai sebagai pengganti logam bila bobot merupakan hal yang dipertimbangkan. Kebanyakan keramik merupakan isolator listrik yang baik pada suhu normal, suatu sifat yang dimanfaatkan dalam elektronika dan transmisi daya (Oxtoby et al. 2003). Salah satu bahan baku yang sangat penting untuk pembuatan keramik adalah tanah lempung (Clay).
Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

Metode Konvensional Penentuan Kandungan Silika Bebas dalam Tanah Lempung Sebagai Bahan Baku Keramik Secara Gravimetri

quartz

(Picture from http://www.visionlearning.com)

Silika (SiO2) murni terdapat dalam dua bentuk yaitu kuarsa dan kristobalit. Si selalu berikatan secara tetrahedral kepada empat atom oksigen namun ikatan- ikatannya mempunyai sifat cukup ionik. Dalam kristobalit, atom-atom silikon ditempatkan seperti halnya atom-atom karbon dalam intan, dengan atom-atom oksigen berada di tengah dari setiap pasangan. Dalam pasir kuarsa, terdapat heliks, sehingga terjadi kristal enansiomorf, dan hal ini dapat dengan mudah dikenali dan dipisahkan secara mekanik (Cotton dan Wilkinson 1989).

Penentuan kadar silika bebas dalam tanah lempung dilakukan dengan metode gravitmetri. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran bobot suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan analisis secara gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Bobot unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan bobot atom unsur-unsur yang menyusunnya. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa yang dikandung, dilakukan dengan beberapa cara, seperti: metode pengendapan, metode penguapan, metode elektrolisis, atau berbagai macam metode lainnya. Metode gravimetri memerlukan waktu yang lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan (Khopkar 1990). Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

Analisis Sifat Fisika Bahan Baku Keramik: Penyusutan Total dan Pengisapan Air Pada Tanah Lempung (Clay)

pelet tanah lempung (Clay)Tanah liat (Clay) adalah salah satu komoditi mineral yang mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia dan dapat juga memberikan keuntungan. Tanah liat terdiri dari kumpulan mineral-mineral silikat hidrous yang mengandung unsur alumina, besi, alkali, dan alkali tanah. Secara megaskopis lempung berwarna abu abu kekuningan sampai coklat dan berukuran butir sangat halus. Istilah tanah liat atau disebut pula dengan nama lempung mempunyai arti sebagai endapan mineral yang memiliki partikel halus dengan diameter lebih kecil dari 2 mikron dan bersifat plastis jika diberi air. Pengelompokan lempung didasarkan jenis mineral penyusunnya, sifat dan pemakaian, atau penamaan dari ahli yang menemukan, seperti ahli ekonomi, geologi dan ahli lainnya. Pengelompokan menurut ahli ekonomi ialah kaolin, bentonit, fuller’s earth, lempung bola, lempung asam, lempung refraktori, lempung kembang, lempung batu, dan lempung semen dengan sifat dan penggunaan yang berbeda pula (Riyanto 2002). Untuk menentukan kualitas tanah lempung secara fisika, maka perlu dilakukan uji penyusutan dan pengisapan air pada tanah lempung yang sudah dibentuk pelet.
Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share