UA-82266412-1

Blog Archives

Seminar PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan) IPB : Tata Kelola Bahan Kimia dan Modifikasi Metode Maserasi

Seminar PLP IPB

Pada hari selasa tanggal 23 agustus 2016 di ruang sidang FPIK telah terselenggara Seminar Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dengan dua pemakalah yaitu Rohmat Ismail, A.Md dengan judul makalah “Penerapan Chemical Inventory Management System (CIMS) di Laboratorium Kimia Anorganik”  dan Esti Prihatini, S.Si dengan judul makalah “Modifikasi Metode Schultze dan Perbandingannya dengan Metode Schultze dan FPL”. Dua topik makalah ini sangat sesuai dengan bidang kajian PLP yaitu mengenai pengelolaan alat dan bahan, pengembangan sistem laboratorium, dan pengembangan metode. Kegiatan seminar PLP diawali dengan pembukaan dan kata sambutan dari ketua PLP IPB yaitu Bapak Sofyan, M.Si. beliau menyampaikan apresiasi yang besar terhadap panitia pelaksana atas terselenggaranya seminar ini dengan sangat baik. Sesi selanjutnya yaitu pemaparan materi seminar dengan membaginya menjadi dua sesi. Setiap sesi terdiri dari presentasi dan tanya jawab. Read more »

4 Konsep dan Implementasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium

safety lab

(Picture from Lab Safety Culture at UCLA)

Penyelenggaraan pendidikan di bidang sains tentunya bukan hanya sekedar teori tetapi juga memerlukan aplikasi nyata yang dapat dilakukan dalam bentuk praktikum  maupun riset. Kegiatan praktikum dan  riset tersebut dilakukan di laboratorium  yang harus ditunjang dengan berbagai sarana pendukung baik itu peralatan, bahan  kimia, maupun personil laboratorium dengan kompetensi yang baik. Laboratorium  pendidikan sama  halnya seperti laboratorium di industri maupun di lingkungan pemerintahan, laboratorium pendidikan juga harus tetap memperhatikan keselamatan kesehatan kerja (K3) di laboratorium untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Terdapat tiga sumber bahaya di laboratorium yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yaitu bahaya fisika, bahaya kimia, dan bahaya biologis. Bahaya fisika dapat diakibat oleh tatanan ruang laboratorium yang buruk, penggunaan peralatan laboratorium yang tidak sesuai dengan prosedur, dan instalasi listrik yang tidak benar. Bahaya kimia dapat diakibatkan oleh penanganan tidak benar dari bahan kimia dengan sifat  yang korosif, mudah terbakar, beracun maupun karsinogenik. Bahaya biologis dapat disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri patogen dan hewan. Dari ketiga sumber bahaya tersebut, tentunya bahaya kimia yang memerlukan penanggulangan yang lebih rumit karena terkait dengan penataan bahan kimia mulai dari penerimaan, penyimpanan, pemakaian bahkan sampai pengelolaan limbahnya. Read more »

Formulir Permintaan Alat dan Bahan Kimia Laboratorium

Dalam kegiatan penelitian dan praktikum di laboratorium, tentunya kita akan memerlukan alat dan bahan kimia. Kebutuhan alat dapat dibedakan menjadi alat penunjang seperti tanur, oven dan neraca analitik dan alat gelas seperti gelas piala, pipet mohr dan buret. Kebutuhan bahan kimia dapat disesuaikan dengan metode pengujian yang digunakan dapat berupa bahan kimia padatan (misalnya garam dan logam), cairan (misalnya larutan asam basa), dan gas (misalnya amoniak dan hidrokarbon). Dalam sistem management laboratorium yang baik diperlukan suatu bentuk dokumen untuk mengendalikan penggunaan bahan kimia dan alat tersebut. Dokumen tersebut dapat berupa formulir pemintaan alat dan bahan kimia di laboratorium.

formulir permintaan alat dan bahan kimia

Read more »