UA-82266412-1

Blog Archives

Pengembangan Manajemen Laboratorium Kimia: Rencana Tanggap Darurat Keselamatan Kerja Di Laboratorium

personil laboratoriumpersonil laboratorium(Picture from https://www.pond5.com)

A. Personil Laboartorium

Personil laboaratorium merupakan orang-orang yang terlibat ketika bekerja di laboratorium. Personil laboratorium untuk jenis laboratorium pendidikan dapat terdiri dari analis, teknisi, laboran, praktikan, dosen dan penanggung jawab praktikum. Dalam kegiatan yang dilakukan di laboartorium, terdapat prinsip-prinsip dasar yang harus dilakukan oleh setiap personil yaitu

  1. Selalu persiapkan alat pelindung diri seperti masker, googles, dan sarung tangan ketika akan bekerja di laboratorium karena pola pikir yang harus kita kembangkan adalah bahwa setiap hal yang terdapat di laboaratorium itu dapat menimbulkan bahaya pada diri kita sendiri, baik itu bahan kimia maupun kesalahan prosedur dalam penggunaan peralatan.

Read more »

Titrasi Kompleksometri: Metode Konvensional Yang Tepat Untuk Penentuan Kadar Logam Kalsium Dalam Sampel Zeolite Secara Titrimetri

Persiapan alat analisis kalsiumPersiapan alat buret mikro untuk titrasi

Prinsip dasar dari  titrasi kompleksometri adalah terjadinya reaksi pembentukan ion ion kompleks antara bahan yang akan dianalisis dan titran.  Terdapat dua acara yang terkenal dari jenis titrasi kompleksometri ini yaitu cara Liebig dan Schwarzenbach. Cara Liebig menggunakan ligan monodental sebagai pengkelat misalnya menggunakan titran AgNO3 untuk menentukan kadar CN-, sedangkan pada acara Schwarzenbach menggunakan ligan polidental terutama tertuju pada asam-asam aminopolikarboksilat salah satunya adalah Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) yang merupakan suatu asam organik berbasa empat. Titrasi kompleksometri ini merupakan metode konvensional yang dapat digunakan untuk menentukan kadar kalsium atau logam lain dalam suatu sampel. Kalsium akan dikelat oleh EDTA selama proses titrasi dan titik akhir akan ditunjukan oleh perubahan warna indikator metalokromik.
Read more »

Integrasi Sistem Dokumen Pengelolaan Bahan Kimia di Laboratorium: Form Pengajuan, Kartu Bahan Kimia, Form Mutasi Serta Bentuk Simulasinya Dalam Bentuk Video

Skema bahan kimiaSiklus bahan kimia di laboratorium

Pelaksanaan kegiatan penelitian dan praktikum di laboratorium, tentunya akan memerlukan alat dan bahan kimia. Kebutuhan alat dapat dibedakan menjadi alat penunjang seperti tanur, oven dan neraca analitik dan alat gelas seperti gelas piala, pipet mohr dan buret. Kebutuhan bahan kimia dapat disesuaikan dengan metode pengujian yang digunakan, dapat berupa bahan kimia padatan (misalnya garam dan logam), cairan (misalnya larutan asam basa), dan gas (misalnya amoniak dan metana). Dalam sistem manajemen laboratorium yang baik diperlukan suatu bentuk sistem dokumen untuk mengendalikan penggunaan kebutuhan penelitian dan praktikum tersebut terutama penggunaan bahan kimia. Sistem dokumen tersebut dapat berupa form pengajuan, kartu bahan kimia, dan form mutasi. Bentuk sistem dokumen yang pertama adalah form permintaan bahan kimia. Form permintaan bahan kimia di laboratorium ini berlaku untuk semua pihak yang akan melakukan kegiatan baik penelitian maupun praktikum mandiri. Dengan adanya form permintaan bahan kimia ini maka pengelola laboratorium dapat mengetahui jumlah bahan kimia yang digunakan oleh setiap individu yang bekerja di laboratorium. Form permintaan bahan kimia ini berisi tentang informasi berapa jumlah bahan kimia yang diminta beserta jenis, spesifikasi, dan satuannya. Dengan adanya form permintaan bahan kimia ini, sistem manajemen di laboratorium akan lebih baik dan terkendali karena mengetahui jumlah aktual bahan yang diminta oleh pengguna sehingga dapat dijadikan data acuan untuk rekapitulasi pada kartu bahan kimia. Read more »

Workshop Pengembangan Kompetensi Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) : Pelatihan Sistem Informasi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Untuk Bahan Kimia Dengan Softwere Chemical Inventory Management System (CIMS) dan Aplikasi Sistem Informasi Untuk Tata Kelola Laboratorium

Pelatihan Pranata laboratorium pendidikanPendidikan di perguruan tinggi memegang peranan penting dalam kemajuan ilmu dan teknologi bangsa di masa yang akan datang karena pada level pendidikan ini lah, ilmu dan kemampuan level tinggi yang sesuai dengan bidang keilmuannya akan dikaji lebih dalam. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas memerlukan dua jenis kegiatan akademik yaitu perkuliahan sebagai sumber pengetahuan secara teori dan praktik sebagai sumber pengetahuan secara motorik yang merupakan bagian dari implementasi sebuah teori dasar. Kegiatan praktik harus dilakukan di laboratorium yang mendukung baik secara fasilitas maupun sumber daya manusianya. Jenis laboratorium dapat disesuaikan dengan jenis kajian bidang ilmunya misalnya laboratorium komputer, laboratorium kimia dan laboratorium mikrobiologi. Fasilitas laboratorium dapat berkembang dengan adanya dukungan pendanaan misalnya untuk membeli peralatan analisis dan alat penunjang keselamatan dan keamanan. Sumber daya manusia dapat berkembang dengan adanya berbagai pelatihan baik secara teori maupun praktik secara langsung untuk peningkatan kompetensi bidang laboratorium. Kegiatan praktikum dan penelitian yang dilakukan di laboratorium pendidikan perguruan tinggi memerlukan sumberdaya manusia dengan jabatan fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) yang berkualitas dan berkompeten, maka dari itu diperlukan suatu bentuk pelatihan yang berkualitas dan berkesinambungan. Read more »