UA-82266412-1

Blog Archives

Analisis Kuantitatif Kandungan Total Karbohidrat Dalam Sampel Tepung Dengan Pereaksi Anthrone Secara Spektrofotometri

analisis total karbohidrat metode anthrone

Hasil hidrolisis sampel tepung dengan asam klorida

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk, khususnya bagi penduduk negara berkembang. Walaupun jumlah kalori yang dapat dihasilkan oleh satu gram karbohidrat hanya 4 Kal bila dibandingkan dengan protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang murah. Selain itu, beberapa golongan karbohidrat menghasilkan serat-serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan. Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokan menjadi monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan suatu molekul yang dapat terdiri dari lima atau enam atom karbon, sedangkan oligosakarida merupakan polimer dari 2-10 monosakarida dan pada umumnya polisakarida merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10 monomer yang berupa monosakarida. Contoh monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa, contoh oligosakarida yaitu sukrosa dan laktosa, dan contoh polisakarida yaitu pati. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF)

xrf venus mini 100X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) Philips Venus

(Picture from http://www.professionalsystems.pk)

Alat X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) memanfaatkan sinar X sebagai sumber energi radiasinya dengan panjang gelombang antara 100 A sampai 0,1 A dan memiliki energi yang besar. Alat XRF mempunyai keunggulan analisis yaitu lebih sederhana, preparasi sampelnya tidak rumit hanya dibentuk menjadi pelet, dan waktu yang dipergunakan untuk satu kali pengukuran hanya 300 detik. Alat XRF bersifat tidak merusak sampel ketika proses analisisnya (nondestruktif). Alat XRF dapat menganalisis unsur-unsur yang membangun material, namun untuk unsur ringan tidak dapat teridentifikasi. Terdapat 2 jenis XRF berdasarkan perangkat dalam analisisnya yaitu Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED XRF) yang membedakan setiap radiasi fluoresens spesifik dari suatu unsur berdasarkan energi foton yang dihasilkan setelah proses radiasi dan Wavelength Dispersive X-Ray Fluorescence (WD XRF) yang memisahkan setiap radiasi fluoresens sinar X ke sudut refleksi tertentu berdasarkan panjang gelombangnya (Gosseau 2009). Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share

Metode Uji Fitokimia: Metode Kualitatif Untuk Mengetahui Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Pada Sampel Tanaman

phythochemical(Picture from http://www.pnsc.ufscar.br)

Pengujian fitokimia dapat dilakukan pada simplisia kering dan ekstrak yang diperoleh. Pengujian fitokimia ini bertujuan untut mengetahui secara kualitatif kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam sampel. Sampel tumbuhan dikeringkan dengan menggunakan oven bersuhu 40 oC hingga kadar airnya kurang dari 10 %. Setelah kering sampel dihaluskan hingga berukuran 100 mesh. Sampel telah halus dan menjadi serbuk selanjutnya diuji fitokimia. Uji fitokimia terdiri dari alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid.

Identifikasi Alkaloid

ditimbang 500 mg serbuk simplisia, ditambahkan 1 mL asam klorida 2 N dan 9 mL air, dipanaskan di atas penangas air selarna 2 menit, didinginkan dan disaring. Dipindahkan 3 ml filtrat pada kaca arloji kemudian ditambahkan 2 tetes pereaksi Dragendorrf, jika terjadi endapan coklat maka simplisia tersebut mengandung alkaloid. Jika dengan pereaksi Mayer terbentuk endapan menggumpal berwarna putih atau kuning yang larut dalam methanol maka ada kemungkinan terdapat alkaloid. Read more »

FacebookTwitterGoogle+Share