UA-82266412-1

Blog Archives

Alat Konduktometer: Alat Pengukur Daya Hantar Listrik Pada Larutan Dalam Kegiatan Penelitian dan Praktikum di Laboratorium

CyberScanCON510Berdasarkan daya hantar listriknya, suatu larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit. Hal tersebut didasarkan pada derajat ionisasi dari zat yang terlarut didalamnya. Salah satu cara secara kuantitatif untuk mengetahui sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya yaitu dengan mengukur larutan tersebut dengan alat konduktometer. Nila daya hantar listrik yang terukur oleh alat konduktometer merupakan nilai daya hantar ekivelan yang didefiniskan sebagai kemampuan suatu zat terlarut untuk meghantarkan arus listrik pada satu gram berat ekivalen zat terlarut tersebut di antara dua elektroda dengan jarak 1 cm. Definis dari berat ekivalen zat itu sendiri adalah berat molekul zat dibagi dengan jumlah muatan ion positif dan negatifnya. Daya hantar ekivalen pada larutan encer diberi simbol yang nilainya tertentu untuk setiap jenis ion. Konduktometer merupakan alat yang memerlukan prosedur pemakaian khusus karena terkait dengan sensitivitas pengukurannya yang harus selalu dijaga agar tetap mendapatkan hasil pengukuran yang memiliki akurasi tinggi. Berikut ini instruksi kerja dari konduktometer yang perlu diperhatikan. Read more »

Fasilitas Praktikum dan Penelitian Mahasiswa: Laboratorium Divisi Kimia Anorganik Di Gedung Baru Departemen Kimia FMIPA IPB Untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan

Laboratorium Penelitian

Laboratorium Penelitian Divisi Kimia Anorganik Di Gedung Baru

Setelah sempat berpindah-pindah gedung, Alhamdulillah akhirnya Departemen Kimia FMIPA IPB memiliki gedung sendiri dengan berbagai fasilitas yang mendukung proses kegiatan perkuliahan dan praktikum. Fasilitas yang sangat diutamakan tentunya adalah laboratorium karena  kegiatan praktikum dan penelitian mahasiswa yang dilakukan di laboratorium merupakan sarana aplikasi ilmu kimia. Gedung Departemen Kimia terdiri dari tiga level dan dua wing. Level satu wing satu merupakan area untuk Laboratorium Divisi Kimia Organik dan level dua wing dua merupakan area untuk Laboratorium Divisi Kimia Analitik. Level dua wing satu merupakan area untuk Laboratorium Divisi Kimia Fisik dan level dua wing dua merupakan area untuk Divisi Kimia Anorganik. Level tiga wing satu merupakan area sekertariat Departemen Kimia dan level tiga wing dua merupakan area Laboratorium Bersama.

Read more »

Centrifuge : Alat Separasi Pada Sampel Fase Suspensi Dalam Kegiatan Praktikum Dan Penelitian

imagesCentrifuge merupakan alat yang memiliki peranan yang penting di laboratorium. Alat centrifuge ini diperlukan dalam tahap separasi yaitu tahap pemisahan antara fase cairan dan padatan yang memanfaatkan gaya sentrifugal dengan kecepatan rotasi dan dalam jangka waktu tertentu. Penggunaan alat ini harus sesuai dengan instruksi kerja yang disarankan karena sering terjadi kerusakan akibat penggunaan yang salah di laboratorium, misalnya penggunaan berat tabung centrifuge yang berisi sampel yang tidak sama sehingga mengakibatkan tabung terpental di dalam centrifuge. Selain itu tahapan separasi dengan centrifuge ini sangat penting pada analisis DNA karena pada tahap separasi ini terjadi pemisahan bobot molekul DNA berdasarkan besarnya kecepatan rotasi dan jangka waktu sentrifugasinya, tentu saja bobot molekul yang ringan memerlukan kecepatan tinggi dan waktu yang lebih lama untuk mengendapkannya. Maka dari itu penggunaan alat ini sangat perlu diperhatikan agar masa pakainya lebih lama. Berikut ini instruksi kerja yang diterapkan untuk alat centrifuge di laboratorium kimia anorganik.
Read more »

Spectronic 20D+, Alat Spektrofotometer Digital Generasi Pertama Untuk Kegiatan Penelitian dan Praktikum

UntitledKegiatan analisis yang dilakukan di laboratorium dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis yang dilakukan secara kuantitatif tentunya memerlukan suatu instrument yang dapat mengukur kadar suatu zat dalam sampel secara akurat. Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu secara spektrofotometri. Metode ini didasarkan pada prinsip adanya interaksi antara analat dalam sampel dengan radiasi yang diberikan. Jenis radiasi yang diberikan dapat berupa sinar tampak, sinar UV, sinar inframerah maupun sinar X yang memiliki panjang gelombang dan energi radiasi yang berbeda. Salah satu jenis alat yang terdapat di laboratorium kimia anorganik yang menggunakan metode spektrofotometri adalah alat Spectronic 20D+. Read more »