UA-82266412-1

Metode Uji Fitokimia: Metode Kualitatif Untuk Mengetahui Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Pada Sampel Tanaman

phythochemical(Picture from http://www.pnsc.ufscar.br)

Pengujian fitokimia dapat dilakukan pada simplisia kering dan ekstrak yang diperoleh. Pengujian fitokimia ini bertujuan untut mengetahui secara kualitatif kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam sampel. Sampel tumbuhan dikeringkan dengan menggunakan oven bersuhu 40 oC hingga kadar airnya kurang dari 10 %. Setelah kering sampel dihaluskan hingga berukuran 100 mesh. Sampel telah halus dan menjadi serbuk selanjutnya diuji fitokimia. Uji fitokimia terdiri dari alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid.

Identifikasi Alkaloid

ditimbang 500 mg serbuk simplisia, ditambahkan 1 mL asam klorida 2 N dan 9 mL air, dipanaskan di atas penangas air selarna 2 menit, didinginkan dan disaring. Dipindahkan 3 ml filtrat pada kaca arloji kemudian ditambahkan 2 tetes pereaksi Dragendorrf, jika terjadi endapan coklat maka simplisia tersebut mengandung alkaloid. Jika dengan pereaksi Mayer terbentuk endapan menggumpal berwarna putih atau kuning yang larut dalam methanol maka ada kemungkinan terdapat alkaloid. Read more »

Filosofi Hidup : Teratai “Bunga Keabadian Dari Perairan Yang Tenang”

white lotus

White lotus (picture from http://cdn.pcwallart.com)

Penciptaan alam yang luar biasa indahnya oleh Sang  Khalik membuat kita lebih bersyukur diberi kehidupan di dunia fana ini. Tak akan pernah mengenal kata berakhir ketika belajar dari alam semesta yang kaya dengan filosofi hidup penuh makna bagi kehidupan manusia. Ketika berjalan disebuah bentangan alam perairan entah itu kolam, rawa, atau genangan air yang tenang, kita dapat menemukan sekuntum bunga yang indah terapung dipermukaan air dengan hamparan daun lebar di sekitarnya. Bunga itu adalah bunga teratai.

Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily. Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus). Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti seroja dengan genus Nymphaea (teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai berwarna putih hingga kuning) (wikipedia) Read more »

Metode Konvensional Penentuan Kandungan Silika Bebas dalam Tanah Lempung Sebagai Bahan Baku Keramik Secara Gravimetri

quartz

(Picture from http://www.visionlearning.com)

Silika (SiO2) murni terdapat dalam dua bentuk yaitu kuarsa dan kristobalit. Si selalu berikatan secara tetrahedral kepada empat atom oksigen namun ikatan- ikatannya mempunyai sifat cukup ionik. Dalam kristobalit, atom-atom silikon ditempatkan seperti halnya atom-atom karbon dalam intan, dengan atom-atom oksigen berada di tengah dari setiap pasangan. Dalam pasir kuarsa, terdapat heliks, sehingga terjadi kristal enansiomorf, dan hal ini dapat dengan mudah dikenali dan dipisahkan secara mekanik (Cotton dan Wilkinson 1989).

Penentuan kadar silika bebas dalam tanah lempung dilakukan dengan metode gravitmetri. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran bobot suatu unsur atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan analisis secara gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Bobot unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan bobot atom unsur-unsur yang menyusunnya. Pemisahan unsur-unsur atau senyawa yang dikandung, dilakukan dengan beberapa cara, seperti: metode pengendapan, metode penguapan, metode elektrolisis, atau berbagai macam metode lainnya. Metode gravimetri memerlukan waktu yang lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor koreksi dapat digunakan (Khopkar 1990). Read more »