UA-82266412-1

Blog Archives

Reagent Lab Preparation For DNA Isolation

whole

Reagent for DNA Isolation

  • CTAB/NaCl solution (10% CTAB, 0.7 M NaC1)

Dissolve 10 g of CTAB in 80 mL of 0.7 M NaCl solution. Stir on a hot magnetic  stirrer until the CTAB has dissolved. Adjust volume to 100 mL with 0.7 M NaCl solution. Read more »

Reagent Lab Preparation For Biochemistry Practice

lab regaent

REAGENT LAB PREPARATION

1.Anthrone Reagent

Dissolve 2 g of anthrone in 1 liter of concentrated sulfuric acid. Store in a refrigerator. Prepare a fresh solution every 2 day

2. Benedict’s Qualitative Solution

Dissolve 173 g of sodium citrate dehydrate and 100 g sodium carbonate anhydrous in 800 mL DI water. Warm and stir to aid dissolution. Filter if necessary. In a separate container, dissolve 17.3 g copper (II) sulfate pentahydrate in 100 mL DI water. Slowly, while stirring constantly, add the copper sulfate solution to the first solution. Let cool and dilute to 1 L with DI water. (test for the presence of simple sugars)

3. Iodine Solution, Lugol’s

Dissolve 20 g of potassium iodide in 200 mL of DI water; add 10 g of iodine; stir to dissolve then dilute to 1 L. Store in a dark bottle. (general biological stain and vital stain stock solution, dilute 5:1 before use.) Read more »

Uji Toksisitas Ekatrak Tanaman Terhadap Larva Udang (Artemia salina)

larva udangArtemia adalah sejenis udang-udangan primitif. Artemia semula diberi nama Cancer salinus oleh Linnaeus pada tahun 1778, tetapi kemudian pada tahun 1919. diubah menjadi Artemia salina Leach. Artemia hidup secara planktonik diperairan laut yang kadar garamnya (salinitasnya) berkisar antara 15-300 per mil dan suhunya berkisar antara 26ºC-31ºC serta nilai pH nya antara 7,3-8,4. Keistimewaan Artemia sebagai plankton adalah memiliki toleransi (kemampuan beradaptasi dan mempertahankan diri) pada kisaran kadar garam yang sangat luas. Pada kadar garam yang sangat tinggi dimana tidak ada satupun organisme lain mampu bertahan hidup, ternyata Artemia mampu mentolelirnya (Fathiyawati 2008). Kemampuan adaptasi yang baik inilah yang menyebabkannya digunakan sebagai uji pendahuluan terhadap efek toksisitas dari suatu bahan. Read more »

Metode Analisis Mikroba Penambat N (Nitrogen): Azotobacter sp dan Azospirillum sp

Tanah merupakan media tempat tumbuhnya tanaman yang harus mengandung unsur hara dan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Salah satu unsur hara yang penting untuk tanaman adalah unsur nitrogen (N) yang terdapat secara bebas di udara. Agar jumlah unsur nitrogen di tanah dapat terpenuhi, maka diperlukan bantuan mikroba yang dapat menangkap nitrogen bebas dari udara atau disebut juga mikroba penambat N. Azospirillum sp dan Azotobacter sp merupakan mikroba penambat N yang biasa digunakan sebagai mikroba dalam pupuk hayati. Tentu saja jumlah populasi kedua mikroba penambat N tersebut harus memenuhi spesifikasi pupuk hayati yang telah ditentukan, maka dari itu diperlukan metode analisis untuk menentukan jumlah populasi mikroba penambat N tersebut.

azotobacter Read more »