UA-82266412-1

Blog Archives

Analisis Kuantitatif Mikrob Pelarut Phosfat Secara Plate Count Dengan Media Pikovskaya

koloni bakteri pelarut phosfatUnsur P (Phosfor) merupakan unsur yang penting dan termasuk mineral makro dalam tanaman sehingga ketersediaannya di dalam tanah sebagai media tumbuh harus tinggi. Unsur P dalam tanah berbentuk phosfat yang terikat dengan koloid tanah. Phosfat dalam tanah tersedia dalam bentuk bebas dan terikat namun yang dapat diserap oleh akar tanaman adalah phosfat dalam bentuk bebas. sebagian beasar tanah di indonesia memiliki kandungan phosfat tinggi namun dalam keadaan yang terikat sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan phosfat sehingga petani melakukan pemupukan phosfat dalam jumlah banyak. Dampak negatif dari penggunajan pupuk phosfat sebagai pupuk kimia adalah meningkatkan kandungan residu phosfat yang tinggi sehingga menyebabkan banyak phosfat yang terikat dengan koloid dalam tanah bukan sebagi phosfat bebas yang dapat diserap tanaman. Read more »

Analisis Sifat Fisika Bahan Baku Keramik: Penyusutan Total dan Pengisapan Air Pada Tanah Lempung (Clay)

pelet tanah lempung (Clay)Tanah liat (Clay) adalah salah satu komoditi mineral yang mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia dan dapat juga memberikan keuntungan. Tanah liat terdiri dari kumpulan mineral-mineral silikat hidrous yang mengandung unsur alumina, besi, alkali, dan alkali tanah. Secara megaskopis lempung berwarna abu abu kekuningan sampai coklat dan berukuran butir sangat halus. Istilah tanah liat atau disebut pula dengan nama lempung mempunyai arti sebagai endapan mineral yang memiliki partikel halus dengan diameter lebih kecil dari 2 mikron dan bersifat plastis jika diberi air. Pengelompokan lempung didasarkan jenis mineral penyusunnya, sifat dan pemakaian, atau penamaan dari ahli yang menemukan, seperti ahli ekonomi, geologi dan ahli lainnya. Pengelompokan menurut ahli ekonomi ialah kaolin, bentonit, fuller’s earth, lempung bola, lempung asam, lempung refraktori, lempung kembang, lempung batu, dan lempung semen dengan sifat dan penggunaan yang berbeda pula (Riyanto 2002). Untuk menentukan kualitas tanah lempung secara fisika, maka perlu dilakukan uji penyusutan dan pengisapan air pada tanah lempung yang sudah dibentuk pelet.
Read more »

pH Meter : Alat Pengukur Tingkat Keasaman Sampel Dalam Fase Larutan Secara Kuantitatif

image_13119pH adalah ukuran atau derajat asam atau basanya suatu zat. Dalam kegiatan analisis baik kualitatif maupun kuantitatif, pengukuran ph sangat penting karena mempengaruhi reaksi yang terjadi selama proses analisis. Terdapat beberapa reaksi yang sangat  dipengaruhi oleh pH diantaranya yaitu reaksi pelarutan logam. reaksi kesetimbangan pembentukan kompleks logam yang menghasilkan warna untuk pengukuran di spektrofotometer sinar tampak, reaksi pembentukan endapan, reaksi pembentukan warna asam dan basa pada senyawa metabolit sekunder yang dapat dijadikan indikator asam basa alami dan reaksi kesetimbangan asam basa pada pembentukan larutan penyangga (Buffer) dan reaksi hidrolisis garam. Begitu pentingya pengukuran nilai pH dalam reaksi kimia, maka keakuratan nilai pengukuran pH harus begitu diperhatikan. Nilai pH dapat dikuantitasi dengan baik dengan menggunakan pH meter. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin tinggi, alat pH meter telah mampu menghasilkan data digital dengan ketelitian dua digit angka dibelakang koma. Read more »