UA-82266412-1

Blog Archives

Metode Analisis Kuantitatif Kandungan Hara Makro: Nitrogen (N), Phosphorus (P), dan Kalium (K) dalam Sampel Tumbuhan

kandungan hara

(Picture from blog.greatgardensupply.com)

Preparasi Sampel

Jaringan tumbuhan dibersihkan dari debu, pestisida dan residu pupuk, normalnya dibersihkan dengan air deionisasi atau 0,1-0,3% detergent bebas posfor disertai dengan air deionisasi. Jika akan melakukan analisis kandungan hara yang mudah larut dalam air, sebaiknya jangan dibersihkan terutama untuk jangka waktu yang panjang namun untuk penentuan kandungan hara besi total harus dibersihkan. Segera keringkan dalam oven untuk menghentikan aktivitas enzimatik, biasanya pada suhu 65oC selama 24 jam. Penghalusan secara mekanis biasanya sampai mencapai tingkat kehalusan 60 mesh. Setelah sample halus, simpan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi. Read more »

Analisis Kuantitatif Mikrob Pelarut Phosfat Secara Plate Count Dengan Media Pikovskaya

koloni bakteri pelarut phosfatUnsur P (Phosfor) merupakan unsur yang penting dan termasuk mineral makro dalam tanaman sehingga ketersediaannya di dalam tanah sebagai media tumbuh harus tinggi. Unsur P dalam tanah berbentuk phosfat yang terikat dengan koloid tanah. Phosfat dalam tanah tersedia dalam bentuk bebas dan terikat namun yang dapat diserap oleh akar tanaman adalah phosfat dalam bentuk bebas. sebagian beasar tanah di indonesia memiliki kandungan phosfat tinggi namun dalam keadaan yang terikat sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan phosfat sehingga petani melakukan pemupukan phosfat dalam jumlah banyak. Dampak negatif dari penggunajan pupuk phosfat sebagai pupuk kimia adalah meningkatkan kandungan residu phosfat yang tinggi sehingga menyebabkan banyak phosfat yang terikat dengan koloid dalam tanah bukan sebagi phosfat bebas yang dapat diserap tanaman. Read more »

Analisis Sifat Fisika Bahan Baku Keramik: Penyusutan Total dan Pengisapan Air Pada Tanah Lempung (Clay)

pelet tanah lempung (Clay)Tanah liat (Clay) adalah salah satu komoditi mineral yang mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia dan dapat juga memberikan keuntungan. Tanah liat terdiri dari kumpulan mineral-mineral silikat hidrous yang mengandung unsur alumina, besi, alkali, dan alkali tanah. Secara megaskopis lempung berwarna abu abu kekuningan sampai coklat dan berukuran butir sangat halus. Istilah tanah liat atau disebut pula dengan nama lempung mempunyai arti sebagai endapan mineral yang memiliki partikel halus dengan diameter lebih kecil dari 2 mikron dan bersifat plastis jika diberi air. Pengelompokan lempung didasarkan jenis mineral penyusunnya, sifat dan pemakaian, atau penamaan dari ahli yang menemukan, seperti ahli ekonomi, geologi dan ahli lainnya. Pengelompokan menurut ahli ekonomi ialah kaolin, bentonit, fuller’s earth, lempung bola, lempung asam, lempung refraktori, lempung kembang, lempung batu, dan lempung semen dengan sifat dan penggunaan yang berbeda pula (Riyanto 2002). Untuk menentukan kualitas tanah lempung secara fisika, maka perlu dilakukan uji penyusutan dan pengisapan air pada tanah lempung yang sudah dibentuk pelet.
Read more »