UA-82266412-1

Blog Archives

4 Langkah Tepat Formulasi Bentuk Sediaan Ekstrak Tanaman

ekstrak tanaman

Ekstraksi adalah kegiatan mengambil zat aktif dari suatu sampel dengan pelarut yang sesuai. Jenis ekstraksi yang dilakukan di laboratorium yaitu jenis ekstraksi padat-cair yang dapat dilakukan dengan beberapa teknik, di antaranya maserasi, refluks, dan soxhletasi. Ketiga teknik tersebut dapat digunakan disesuaikan dengan karakteristik sampel. Teknik maserasi umumnya digunakan untuk sampel yang tidak tahan panas dan sampel yang belum diketahui karakteristiknya sementara dua teknik ekstraksi lainnya dilakukan dengan bantuan pemanasan. Sesudah dilakukan ekstraksi sampel tanaman, dihasilkan larutan yang mengandung fraksi terlarut yang disebut dengan ekstrak. Read more »

Analisis Kuantitatif Unsur Hara Daun Kelapa Sawit Pada Pelepah Ke-17 Sebagai Langkah Optimasi Hasil Panen Kelapa Sawit

pohon kelapa sawit

Tanaman Kelapa Sawit (Picture from https://www.sciencenews.org)

Tanah dan tanaman merupakan dua hal yang sangat berkaitan dengan bidang pertanian. Kemajuan bidang pertanian dapat dicapai dengan adanya suatu peningkatan kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian dan tanaman sebagai hasil dari pertanian yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kualitas tanah dan tanaman dapat ditentukan dengan uji parameter baik secara fisik maupun kimia. Analisis kimia dalam tanaman dapat dilakukan pada seluruh bagian tanaman baik pada akar, batang , maupun daun. Jenis analisisnya pun dapat berupa analisis bahan anorganik (mineral) dan organik (metabolit primer dan sekunder). Analisis mineral pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu mineral makro dan mikro. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral makro yaitu P, K, Ca, Mg, dan Na. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral mikro yaitu Fe, Zn, B, Mn, Cu, dan Al. Salah satu komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi saat ini  yaitu tanaman kelapa sawit. Read more »

Tabel Konversi Bahan Kimia: Tabel Mudah Dan Praktis Sebagai Acuan Pembuatan Larutan Di Laboratorium Dari Stock Bahan Kimia Pekat

bahan kimia

(Picture from http://www.delamochemical.com)

Dalam kegiatan praktikum maupun penelitian di laboratorium, tentunya pembuatan larutan merupakan bagian hal yang penting karena merupakan salah satu dasar kerja di laboratorium yang kompetensinya harus bagus. Akurasi dalam hal perhitungan larutan sangat penting untuk menjamin reaksi yang terjadi dalam tahapan proses analisis berjalan sesuai prosedur sehingga dapat menghasilkan data yang akurat. Dalam proses pembuatan larutan, terdapat berbagai macam satuan untuk menyatakan tingkat konsentrasi zat dalam suatu larutan diantaranya yaitu Molaritas (M), Normalitas (N), dan Persentase (%). Pada realitanya di laboratorium, bahan-bahan kimia yang kita gunakan pastinya tersedia dalam stok pekat atau konsentrasi tinggi dengan satuan tertentu. Pada umumnya satuan yang digunakan dalam bentuk % bobot per volume yang artinya terdapat sekian gram zat dalam 100 mL larutan. Tentunya jika kita ingin membuat larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dari stok pekat maka harus melakukan pengenceran terlebih dahulu dan jika satuan konsentrasi target berbeda dari satuan konsentrasi bahan kimia pekat maka harus dilakukan konversi satuan terlebih dahulu sehingga memerlukan proses perhitungan tertentu atau suatu tabel konversi bahan kimia. Read more »