UA-82266412-1

Blog Archives

Alat Konduktometer: Alat Pengukur Daya Hantar Listrik Pada Larutan Dalam Kegiatan Penelitian dan Praktikum di Laboratorium

CyberScanCON510Berdasarkan daya hantar listriknya, suatu larutan dapat dibedakan menjadi larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit. Hal tersebut didasarkan pada derajat ionisasi dari zat yang terlarut didalamnya. Salah satu cara secara kuantitatif untuk mengetahui sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya yaitu dengan mengukur larutan tersebut dengan alat konduktometer. Nila daya hantar listrik yang terukur oleh alat konduktometer merupakan nilai daya hantar ekivelan yang didefiniskan sebagai kemampuan suatu zat terlarut untuk meghantarkan arus listrik pada satu gram berat ekivalen zat terlarut tersebut di antara dua elektroda dengan jarak 1 cm. Definis dari berat ekivalen zat itu sendiri adalah berat molekul zat dibagi dengan jumlah muatan ion positif dan negatifnya. Daya hantar ekivalen pada larutan encer diberi simbol yang nilainya tertentu untuk setiap jenis ion. Konduktometer merupakan alat yang memerlukan prosedur pemakaian khusus karena terkait dengan sensitivitas pengukurannya yang harus selalu dijaga agar tetap mendapatkan hasil pengukuran yang memiliki akurasi tinggi. Berikut ini instruksi kerja dari konduktometer yang perlu diperhatikan. Read more »

Instrumen Analisis Mineral Dengan Kecepetan Akurasi Data Tinggi: X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF)

xrf venus mini 100X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) Philips Venus

(Picture from http://www.professionalsystems.pk)

Alat X-Ray Fluorescence Spectrometer (XRF) memanfaatkan sinar X sebagai sumber energi radiasinya dengan panjang gelombang antara 100 A sampai 0,1 A dan memiliki energi yang besar. Alat XRF mempunyai keunggulan analisis yaitu lebih sederhana, preparasi sampelnya tidak rumit hanya dibentuk menjadi pelet, dan waktu yang dipergunakan untuk satu kali pengukuran hanya 300 detik. Alat XRF bersifat tidak merusak sampel ketika proses analisisnya (nondestruktif). Alat XRF dapat menganalisis unsur-unsur yang membangun material, namun untuk unsur ringan tidak dapat teridentifikasi. Terdapat 2 jenis XRF berdasarkan perangkat dalam analisisnya yaitu Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED XRF) yang membedakan setiap radiasi fluoresens spesifik dari suatu unsur berdasarkan energi foton yang dihasilkan setelah proses radiasi dan Wavelength Dispersive X-Ray Fluorescence (WD XRF) yang memisahkan setiap radiasi fluoresens sinar X ke sudut refleksi tertentu berdasarkan panjang gelombangnya (Gosseau 2009). Read more »

pH Meter : Alat Pengukur Tingkat Keasaman Sampel Dalam Fase Larutan Secara Kuantitatif

image_13119pH adalah ukuran atau derajat asam atau basanya suatu zat. Dalam kegiatan analisis baik kualitatif maupun kuantitatif, pengukuran ph sangat penting karena mempengaruhi reaksi yang terjadi selama proses analisis. Terdapat beberapa reaksi yang sangat¬† dipengaruhi oleh pH diantaranya yaitu reaksi pelarutan logam. reaksi kesetimbangan pembentukan kompleks logam yang menghasilkan warna untuk pengukuran di spektrofotometer sinar tampak, reaksi pembentukan endapan, reaksi pembentukan warna asam dan basa pada senyawa metabolit sekunder yang dapat dijadikan indikator asam basa alami dan reaksi kesetimbangan asam basa pada pembentukan larutan penyangga (Buffer) dan reaksi hidrolisis garam. Begitu pentingya pengukuran nilai pH dalam reaksi kimia, maka keakuratan nilai pengukuran pH harus begitu diperhatikan. Nilai pH dapat dikuantitasi dengan baik dengan menggunakan pH meter. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin tinggi, alat pH meter telah mampu menghasilkan data digital dengan ketelitian dua digit angka dibelakang koma. Read more »

Centrifuge : Alat Separasi Pada Sampel Fase Suspensi Dalam Kegiatan Praktikum Dan Penelitian

imagesCentrifuge merupakan alat yang memiliki peranan yang penting di laboratorium. Alat centrifuge ini diperlukan dalam tahap separasi yaitu tahap pemisahan antara fase cairan dan padatan yang memanfaatkan gaya sentrifugal dengan kecepatan rotasi dan dalam jangka waktu tertentu. Penggunaan alat ini harus sesuai dengan instruksi kerja yang disarankan karena sering terjadi kerusakan akibat penggunaan yang salah di laboratorium, misalnya penggunaan berat tabung centrifuge yang berisi sampel yang tidak sama sehingga mengakibatkan tabung terpental di dalam centrifuge. Selain itu tahapan separasi dengan centrifuge ini sangat penting pada analisis DNA karena pada tahap separasi ini terjadi pemisahan bobot molekul DNA berdasarkan besarnya kecepatan rotasi dan jangka waktu sentrifugasinya, tentu saja bobot molekul yang ringan memerlukan kecepatan tinggi dan waktu yang lebih lama untuk mengendapkannya. Maka dari itu penggunaan alat ini sangat perlu diperhatikan agar masa pakainya lebih lama. Berikut ini instruksi kerja yang diterapkan untuk alat centrifuge di laboratorium kimia anorganik.
Read more »