UA-82266412-1

Blog Archives

Titrasi Kompleksometri: Metode Konvensional Yang Tepat Untuk Penentuan Kadar Logam Kalsium Dalam Sampel Zeolite Secara Titrimetri

Persiapan alat analisis kalsiumPersiapan alat buret mikro untuk titrasi

Prinsip dasar dari  titrasi kompleksometri adalah terjadinya reaksi pembentukan ion ion kompleks antara bahan yang akan dianalisis dan titran.  Terdapat dua acara yang terkenal dari jenis titrasi kompleksometri ini yaitu cara Liebig dan Schwarzenbach. Cara Liebig menggunakan ligan monodental sebagai pengkelat misalnya menggunakan titran AgNO3 untuk menentukan kadar CN-, sedangkan pada acara Schwarzenbach menggunakan ligan polidental terutama tertuju pada asam-asam aminopolikarboksilat salah satunya adalah Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) yang merupakan suatu asam organik berbasa empat. Titrasi kompleksometri ini merupakan metode konvensional yang dapat digunakan untuk menentukan kadar kalsium atau logam lain dalam suatu sampel. Kalsium akan dikelat oleh EDTA selama proses titrasi dan titik akhir akan ditunjukan oleh perubahan warna indikator metalokromik.
Read more »

Handbook of Microbiological Media Fourth Edition By Ronald M. Atlas

handbook-of-microbiological-media-fourth-edition-2010-ronald-m-atlaS(Picture from https://image.slidesharecdn.com)

Handbook of Microbiological Media Fourth Edition By Ronald M. Atlas includes the formulations and descriptions of 7,080 media used for cultivating microorganisms more than in the previous edition. These include both classic and modern media used for the identification, cultivation, and maintenance of diverse bacteria, archaea, and fungi. Some of these microbiological media are produced by major suppliers of dehydrated media including Oxoid, HiMedia, and BD Diagnostics (Difco, BBL, and GIBCO). These include all the media normally used in the clinical microbiology diagnostic laboratory and for the routine examination of food and water. Other media described in the fourth edition of the Handbook of Microbiological Media are used to cultivate specific strains of bacteria, archaea, fungi, and protists, including many anaerobes and extremophiles. Read more »

Program Peningkatan Mutu Laboratorium: Kalibrasi Peralatan Laboratorium, Langkah Tepat Untuk Hasil Pengukuran Yang Lebih Akurat

JpegLaboratorium Kimia Anorganik

Kegiatan utama di laboratorium yaitu praktikum dan penelitian, tentunya memerlukan alat dan bahan kimia dalam proses pengerjaanya. Peralatan laboratorium dapat dibedakan menjadi 3 kategori menurut juknis paranata laboratorium pendidikan yaitu peralatan kategori 1, kategori 2, dan kategori 3. Peralatan kategori 1 merupakan peralatan yang tidak memerlukan perlakuan khusus dalam penggunaan dan perawatannya dengan tingkat resiko kerusakan yang rendah, tingkat keakuratan data hasil pengukurannya  sangat rendah contohnya yaitu peralatan gelas dan plastik. Peralatan kategori 2 merupakan peralatan yang memerlukan perlakuan khusus dalam penggunaan dan perawatannya  namun dengan tingkat resiko sedang contohnya adalah pH meter, oven dan tanur. Peralatan kategori 3 adalah peralatan yang memerlukan perlakuan khusus dalam penggunaan dan perawatannya dengan tingkat tinggi. Alat pada kategori 3 ini dapat menghasilkan data analisis dengan tingkat keakuratan dan ketelitan yang sangat tinggi namun disertai pula dengan resiko kerusakan yang tinggi, maka dari itu diperlukan personil laboratorium khusus yang sudah tersertifikasi kehaliannya untuk pengoperasioan alat ketegori 3 ini. Contoh alat kategori 3 adalah Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk pengukuran logam dan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) untuk analisis senyawa yang bersifat volatil. Read more »