UA-82266412-1

Pengembangan Manajemen Laboratorium Kimia: Rencana Tanggap Darurat Keselamatan Kerja Di Laboratorium

personil laboratoriumpersonil laboratorium(Picture from https://www.pond5.com)

A. Personil Laboartorium

Personil laboaratorium merupakan orang-orang yang terlibat ketika bekerja di laboratorium. Personil laboratorium untuk jenis laboratorium pendidikan dapat terdiri dari analis, teknisi, laboran, praktikan, dosen dan penanggung jawab praktikum. Dalam kegiatan yang dilakukan di laboartorium, terdapat prinsip-prinsip dasar yang harus dilakukan oleh setiap personil yaitu

  1. Selalu persiapkan alat pelindung diri seperti masker, googles, dan sarung tangan ketika akan bekerja di laboratorium karena pola pikir yang harus kita kembangkan adalah bahwa setiap hal yang terdapat di laboaratorium itu dapat menimbulkan bahaya pada diri kita sendiri, baik itu bahan kimia maupun kesalahan prosedur dalam penggunaan peralatan.

  1. Setiap personil laboratorium memiliki tanggung jawab atas keselamatan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya. Hal tersebut dapat terlihat dengan adanya sikap kepedulian dan kesadaran pada dirinya sendiri.

Silahkan baca juga:

  1. Dilarang bekerja sendiri di dalam laboratorium baik itu pada saat atau di luar jam kerja, minimal ditemani oleh satu orang yang memahami dasar kerja di laboratorium.
  2. Selalu berupaya untuk menjaga lingkungan tempat bekerja ketika di laboratorium agar tetap rapih dan bersih serta memperhatikan kondisinya tetap kondusif. Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menimbulkan kenyamanan dan bekerja dengan fokus ketika di laboratorium.
  3. Selalu memperhatikan hal-hal yang menjadi dasar bentuk perlindungan diri untuk dapat bekerja dengan aman dan nyaman ketika di laboratorium yaitu:
  • Jangan bermain-main di dalam laboratorium
  • Dilarang duduk/bersandar di meja kerja
  • Selalu menggunakan jas laboratorium ketika berada di dalam laboratorium dan melepasnya ketika berada di luar laboratorium
  • Selalu menggunakan pakaian yang nyaman, praktis dan sopan
  • Selalu menggunakan sepatu tertutup
  • Dilarang makan dan minum
  • Dilarang memakai kosmetik
  • Dilarang menyimpan makanan di dalam lemari es yang digunakan pula untuk menyimpan bahan kimia
  • Rambut tertata rapi dan jika rambut panjang harus diikat

       6. Setelah bekerja dan sebelum meninggalkan laboratorium  terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu

  • Selalu merapihkan dan membersihkan meja kerja
  • Simpan ala-alat gelas dan pereaksi/larutan yang tidak digunakan di dalam lemari/rak/loker masing-masing
  • Jangan pernah meninggalkan sisa-sisa penelitian di laboratorium. Jika memang ada sampel yang akan dilanjutkan penelitiannya, maka harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dosen terkait dengan prosedur penyimpanannya.
  • Jika tidak sempat mencuci pada hari yang sama ketika bekerja, maka buanglah sisa penelitian dan bilas alat-alat gelas dengan air sebelum ditinggalkan.
  • Jangan pernah meninggalkan alat-alat gelas kotor di dalam westafel/sink
  • Selau mencuci tangan setiap akan meninggalkan laboratorium untuk keperluan ke kamar mandi, makan maupun pulang ke rumah.

B. Bahan kimia

bahan kimia di laboratorium

Bahan-bahan kimia untuk praktikum

Bekerja di laboratorium tentunya tidak akan pernah lepas dari penggunaan bahan kimia walaupun hanya sekedar pelarut berupa akuades. Ketika bekerja dengan bahan kimia apapun kita selaku personil laboratorium harus sealu berhati-hati karena kita harus sealu menganggap bahwa semua bahan kimia itu berbahaya. Berikut ini adalah hal-hal penting yang berkaitan dengan penggunaan bahan kimia.

  1. Harus selalu memastikan bahwa wadah bahan kimia selalu tertutup dalam kemasan apapun.
  2. Selau membaca dan mengikuti petunjuk yang terdapat pada setiap bahan kimia. Jika pada bahan kimia tersebut tidak terdapat label petunjuk, maka dapat mencari informasinya pada buku katalog sesuai dengan bahan kimia terkait.
  3. Selalu membawa bahan kimia dengan cara yang benar dengan tidak hanya memegang bagian leher botolnya saja tetapi diharuskan ada penopang dari bagian bawah wadah. Selain itu untuk asam dan basa kuat harus menggunakan kemasan sekunder.
  4. Pemberian label pada setiap bahan kimia

Nama bahan/pereaksi:

Tanggal dibuat:

Tanggal kadaluarsa:

Informasi mengenai label keamanan:

Nama pemilik/mahasiswa(NIM):

    5. Harus selalu memperhatikan cara penyimpanan bahan kimia yang benar yaitu:

  • Simpan bahan kimia dalam jumlah sekecil mungkin baik itu berupa cairan atau padatan di atas meja kerja serta tidak mmeletakkannya pada tempat yang memiliki peluang untuk jatuh atau terguling. Hal ini dapat pula menjadi acuan untuk membuat desain meja laboratorium dengan ujung yang sedikit melengkung.
  • Jangan pernah memipet bahan kimia apapun dengan mulut walaupun hanya sekedar akuades
  • Ruang asam/Fume Hood bukan tempat untuk menyimpan bahan kimia
  • Penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah menguap dan dapat membahayakan penafasan harus di ruang asam dan ruangan dengan ventilasi yang baik.
  • Pastikan bahwa selau mengetahui sifat-sifat bahan kimia dan bagaimana cara bekerja dengan bahan kimia tersebut
  • Bahan kimia dalam botol seperti amoniak, hidrogen peroksida dan pelarut mudah menguap meiliki tekanan pada wadahnya sehingga perlu dibuka ditempat yang aman

Silahkan baca juga:

       6. Hindari terjadinya kebakaran akibat bahan kimia dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Jangan pernah menggunakan blender untuk menghomogenkan sampel dengan pelarut organik.
  • Jika kan menggunakan bahan kimia yang terdapat dalam fase gas dalam tabung gas maka tabung gas harus selau ada dalam keadaan terikat dalam securing.
  • Selau mengikuti petunjuk pada label jika akan menggunakan bahan kimia
  • Selalu bekerja dengan hati-hati dan fokus

      7. Kecelakaan dan keadaan darurat

  • Segera laporkan kecelakaan yang terjadi pada dosen penanggung jawab ataupun teknisi
  • Jika kulit atau mata terkena bahan kimia ketika bekerja, maka basuhlah segera dengan air mengalir selama beberapa menit tanpa digosok-gosok agar paparan tidak membesar dan meresap ke dalam kulit. Jika masih terasa sakit/panas seperti terbakar, maka segera dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut
  • Jika kulit terkena larutan yang menyebabkan iritasi, segera basuh dengan air sabun lalu oleskan gliserol pada bagian yang terkena larutan tadi dan pergi ke layanan kesehatan untuk ditangani oleh dokter lebih lanjut.
  • Segera lepaskan cincin, gelang atau jam tangan sebelum bagian tangan atau jari yang terkena bahan kimia menjadi bengkak
  • Bersihkan tumpahan bahan kimia dengan bahan penjerap secara hati-hati serta gunakan pelindung tubuh
  • Jika jas lab terkena tumpahan bahan kimia, maka segera lepaskan dari badan dan bilas dengan air bersih.

    8. Jika terjadi kecelakaan laboratorium yang menyebabkan kebakaran, maka jangan panik tapi gunakankan lah segera alat pemadam kebakaran yang tersedia. Jika nyala api yang timbul itu akibat tumpahan bahan organik dalam sekala keci, maka biarkan api sampai mati serta segera jauhkan botol-botol yang berisi bahan kimia disekitarnya. Jika sampai api mengenai jas lab atau pakaian, maka segera lepaskan dan padamkan api dengan lap basah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *