UA-82266412-1

Filosofi Hidup: Fenomena Terbit dan Tenggelamnya Matahari (Sunset and Sunrise), Sebuah Harapan Yang Pasti Kembali Dalam Sebuah Penantian dengan Rasa Syukur Tak Terhingga

sunrise at the mountainAmazing Sunrise

” May every sunrise hold more promise and hope,

May every sunset hold more peace and grateful”

Matahari merupakan sumber energi utama dijagad raya yang dibutuhkan oleh semua mahluk hidup. Tanpa matahari, sistem tata surya tidak akan sempurna. Tentunya Sang Khalik sudah merancang jagat raya ini begitu sempurna dengan berbagai elemen penting di dalamnya. Gaya gravitasi yang dimiliki oleh matahari membuat planet-planet dalam tata surya mengellilinginya yang disebut revolusi dan planet itu sendiri berputar pada porosnya yang disebut rotasi. Fenomena rotasi pada planet bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Waktu siang diawali dengan terbitnya matahari (Sunrise) dan waktu malam diawali dengan tenggelamnya matahari (sunset).

Fenomena sunset dan sunrise merupakan hal yang syarat akan makna kehidupan di dunia fana ini. Ketika sunrise terjadi, maka disitulah awal kehidupan di hari yang baru dengan segala harapan dan perjuangan mengarungi berbagai tantangan hidup. Optimisme dan semangat melangkah di pagi hari dengan matahari yang baru saja terbit walaupun mungkin saja di hari kemarin terasa berat menjalani hidup tanpa harapan. Ketika sunset terjadi, maka disitulah akhir dari perjaungan hidup kita satu hari penuh dari awal matahari terbit yang patut kita syukuri. Momen sunset menjadi sebuah refleksi diri untuk tetap memberikan waktu pada tubuh beristirahat sejenak. Walaupun tentunya dalam satu hari itu masih ada harapan yang tak tergapai, tapi yakinlah bahwa saat sunset tiba, maka moment itu menjadi awal perenungan diri dalam berpikir untuk evaluasi, menata dan merancang harapan baru untuk sunrise diesok hari. Bersama matahari terbit terpanjat doa diwaktu subuh tentang semua harapan dalam menggapai mimpi dan bersama matahari terbenam terpanjat doa diwaktu maghrib tentang rasa syukur atas kehidupan yang sudah dijalani di siang hari.

red sunset sunrise mountainBeautiful Sunset and Sunrise

Silahkan baca juga:

Waktu dalam satu hari selama 24 jam begitu cepat berlalu artinya, bumi ini begitu cepat melakukan rotasi pada porosnya. Ketika bagian bumi terkena cahaya matahari maka terjadi siang dan ketika tidak terkena cahaya matahari maka terjadilah malam. Sesuai dengan hukum alam bahwa segala sesuatu itu diciptakan secara berlawanan dan saling melengkapi. Setiap ada siang yang terang bederang pasti ada malam yang gelap gulita, ada musim kemarau yang tandus pasti ada juga musim hujan yang membuat tanah dan tumbuhan menjadi basah kuyup. Demikian halnya dengan matahari yang ada kalanya terbit dan tenggelam seperti adanya suatu perjumpaan dan perpisahan.

red sunset beach sunset villageSunset at the beach and mountain

Sunset dan sunrise selalu identik dengan perubahan warna langit dengan kontras yang begitu jelas. Warna langit pagi saat matahari mulai muncul akan betransformasi dari warna gelap menjadi jingga, kuning hingga akhirnya jelas terlihat gumpalan awan putih pada hamparan sisi langit yang biru. Hal sebaliknya terjadi pada saat sunset, langit yang cerah akan menjadi warna jingga yang pekat hingga akhirnya datang gelap malam. Warna jingga merupakan warna yang melambangkan suatu kehangatan dan dapat menarik perhatian, begitulah alam yang tanpa harus berteriak, dia akan selalu menjadi sebuah pusat perhatian bagi mahluk di bumi seperti sebuah langit saat sunset dan sunrise yang begitu menghangatkan hati dan menjadi pusat perhatian mahluk di alam semesta.

Silahkan baca juga:

sunset in the beach Yellow sunsetDeep feeling when the sunset is happening

Silahkan baca juga:

All photos copyright by Yoseph Amando

Thank you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *