UA-82266412-1

Integrasi Sistem Dokumen Pengelolaan Bahan Kimia di Laboratorium: Form Pengajuan, Kartu Bahan Kimia, Form Mutasi

Skema bahan kimiaSiklus bahan kimia di laboratorium

Pelaksanaan kegiatan penelitian dan praktikum di laboratorium, tentunya akan memerlukan alat dan bahan kimia. Kebutuhan alat dapat dibedakan menjadi alat penunjang seperti tanur, oven dan neraca analitik dan alat gelas seperti gelas piala, pipet mohr dan buret. Kebutuhan bahan kimia dapat disesuaikan dengan metode pengujian yang digunakan, dapat berupa bahan kimia padatan (misalnya garam dan logam), cairan (misalnya larutan asam basa), dan gas (misalnya amoniak dan metana). Dalam sistem manajemen laboratorium yang baik diperlukan suatu bentuk sistem dokumen untuk mengendalikan penggunaan kebutuhan penelitian dan praktikum tersebut terutama penggunaan bahan kimia. Sistem dokumen tersebut dapat berupa form pengajuan, kartu bahan kimia, dan form mutasi. Bentuk sistem dokumen yang pertama adalah form permintaan bahan kimia. Form permintaan bahan kimia di laboratorium ini berlaku untuk semua pihak yang akan melakukan kegiatan baik penelitian maupun praktikum mandiri. Dengan adanya form permintaan bahan kimia ini maka pengelola laboratorium dapat mengetahui jumlah bahan kimia yang digunakan oleh setiap individu yang bekerja di laboratorium. Form permintaan bahan kimia ini berisi tentang informasi berapa jumlah bahan kimia yang diminta beserta jenis, spesifikasi, dan satuannya. Dengan adanya form permintaan bahan kimia ini, sistem manajemen di laboratorium akan lebih baik dan terkendali karena mengetahui jumlah aktual bahan yang diminta oleh pengguna sehingga dapat dijadikan data acuan untuk rekapitulasi pada kartu bahan kimia.

Skema integrasi sistem dokumen data bahan kimiaSkema integrasi data sistem dokumen pengelolaan data bahan kimia

Silahkan baca juga:

Bentuk sistem dokumen yang kedua adalah kartu bahan kimia. Kartu bahan kimia memuat tentang identitas bahan kimia, serta riwayat pemakaiannya. Data yang digunakan dalam kartu bahan kimia ini, dibuat dengan data sebenarnya untuk diketahui oleh pihak pengelola laboratorium. Dengan menggunakan kartu bahan kimia, kegiatan penggunaan bahan kimia akan lebih praktis dan sistematis karena ketika akan mengakses riwayat penggunaan bahan kimia, data sudah siap tersaji dengan mudah. Selain itu data riwayat penggunaan bahan kimia dapat dijadikan pula sebagai bahan acuan untuk pengadaan bahan kimia jika jumlahnya stoknya hampir habis. Manfaat dari diterapkannya penggunaan kartu bahan kimia adalah meningkatnya mutu pelayanan laboratorium dalam hal pengelolaan bahan kimia yang terdapat di laboratorium dan akan berdampak sangat baik pada penyelenggaraan pendidikan sains yang secara berkesinambungan menyediakan bahan kima untuk kegiatan penelitian dan pendidikan bagi mahasisiwa.

mutasi bahan kimiaFormat form mutasi bahan kimia

Bentuk sistem dokumen yang ketiga adalah form mutasi. Form mutasi digunakan untuk mengetahui data penggunaan bahan kimia setiap bulan selama 1 tahun dan mengetahui sisa bahan kimia yang telah dikonversi ke dalam nilai rupiahnya. Form mutasi memuat informasi tentang penambahan dan pengurangan bahan kimia yang terdapat dalam sistem inventaris dengan keterangan bahan kimia yang sudah dibuka untuk digunakan.  Form mutasi bahan kimia dapat dijadikan sebagai laporan untuk pihak sekertariat di Departemen Kimia dan Kepala laboratorium karena sudah sesuai format yang telah ditentukan oleh departemen. Nilai bahan kimia yang tersisa dalam form muatsi ini telah dikonversi ke dalam nilai rupiahnya dengan tujuan untuk menghindari adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena pengadaan bahan kimia di laboratorium melalui pendanaan Biaya Operasional Penrguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Rangkaian sistem dokumen pengelolaan bahan kimia ini merupakan bentuk integritasi dalam pengelolaan laboratorium.

Silahkan baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *