UA-82266412-1

Monthly Archives: September 2017

Ebook Of Analysis Methode: Handbook Of International Center for Agricultural Research in the Dry Areas (ICARDA)

ICARDA logo(Picture from http://www.icarda.org)

The idea that one could test or analyze a soil and obtain some information about its properties especially its acidity or alkalinity and its nutrient status is long established, and can be traced back to the beginning of scientific inquiry about the nature of soil. Analysis of plant to reflect fertility status of the soil in which it grew is more recent, although visual crop observations are as old as the ancient Greeks, if not older. In the last few decades, spurred on by commercialization of agriculture and the demands for increased output from limited and even diminishing land resources, both soil and plant analysis procedures have been developed, and are still evolving.

With the advent of chemical fertilizers, the need to know nutrient status of a soil in order to use these expensive and limited inputs more effectively became all the more crucial. However, if soil testing is to be an effective means of evaluating fertility status of soils, correct methodology is absolutely essential. A soil or a field may be assessed for its capability of providing a crop with essential nutrients in several ways:

  1. Field Plot Fertilizer Trials;
  2. Greenhouse Pot Experiments;
  3. Crop Deficiency Symptoms;
  4. Plant Analysis;
  5. Rapid Tissue or Sap Analysis;
  6. Biological Tests, such as Growing Microorganisms; and
  7. Soil Testing prior to Cropping

Read more »

Integrasi Sistem Dokumen Pengelolaan Bahan Kimia di Laboratorium: Form Pengajuan, Kartu Bahan Kimia, Form Mutasi

Skema bahan kimiaSiklus bahan kimia di laboratorium

Pelaksanaan kegiatan penelitian dan praktikum di laboratorium, tentunya akan memerlukan alat dan bahan kimia. Kebutuhan alat dapat dibedakan menjadi alat penunjang seperti tanur, oven dan neraca analitik dan alat gelas seperti gelas piala, pipet mohr dan buret. Kebutuhan bahan kimia dapat disesuaikan dengan metode pengujian yang digunakan, dapat berupa bahan kimia padatan (misalnya garam dan logam), cairan (misalnya larutan asam basa), dan gas (misalnya amoniak dan metana). Dalam sistem manajemen laboratorium yang baik diperlukan suatu bentuk sistem dokumen untuk mengendalikan penggunaan kebutuhan penelitian dan praktikum tersebut terutama penggunaan bahan kimia. Sistem dokumen tersebut dapat berupa form pengajuan, kartu bahan kimia, dan form mutasi. Bentuk sistem dokumen yang pertama adalah form permintaan bahan kimia. Form permintaan bahan kimia di laboratorium ini berlaku untuk semua pihak yang akan melakukan kegiatan baik penelitian maupun praktikum mandiri. Dengan adanya form permintaan bahan kimia ini maka pengelola laboratorium dapat mengetahui jumlah bahan kimia yang digunakan oleh setiap individu yang bekerja di laboratorium. Form permintaan bahan kimia ini berisi tentang informasi berapa jumlah bahan kimia yang diminta beserta jenis, spesifikasi, dan satuannya. Dengan adanya form permintaan bahan kimia ini, sistem manajemen di laboratorium akan lebih baik dan terkendali karena mengetahui jumlah aktual bahan yang diminta oleh pengguna sehingga dapat dijadikan data acuan untuk rekapitulasi pada kartu bahan kimia. Read more »