UA-82266412-1

Filosofi Hidup: Memaknai Hidup Dari Hukum Newton Tentang Fenomena Mekanika Klasik

Hukum Newton(Picture from http://readynutrition.com)

“and to every action there is always an equal and opposite or contrary, reaction”
  –Isaac Newton–

Newton merupakan ilmuan fisika yang memilik konsep ilmu fisika  klasik yang berhubungan dengan pergerakan suatu benda. Dalam mempelajari konsep pergerakan suatu benda, ada dua konsep dasar yang perlu dipahami yaitu mekanika dan kinematika. Mekanika mempelajari tentangpenyebab terjadinya gerak pada suatu benda seperti gaya, konsep energi, impuls dan momentum sedangkan kinematika mempelajari tentang parameter gerak pada benda itu sendiri melalui berbagai penurunan dari persamaan matematis seperti limit, diferensial dan integral sehingga terbentuk korelasi yang benar antar satuan jarak, waktu, percepatan dan kecepatan. Ciri khas dari konsep ilmu fisika klasik adalah adanya hukum yang sangat bersifat fundamental dan memiliki cakupan yang luas untuk perekembangannya menjadi fenomena yang dapat lebih memperjelas konsep utama pada ilmu fisika modern. Persamaan yang dinyatakan dalam ilmu fisika klasik sangat lah sederhana namun dapat diturunkan menjadi bentuk-bentuk persamaan lain yang jauh lebih rumit. Begitu pula dalam hidup ini, bahwa hal-hal yang sederhana terkadang dianggap tidak berharga padahal jika kita dapat menelusurinya lebih dalam, ternyata memiliki nilai yang tak terhingga dan sesungguhnya itulah jawaban atau solusi dari segala persoalan rumit yang sedang dihadapi.

Ilmu fisika pada tingkat dasar tentunya telah menjelaskan secara detail tentang hukum Newton yang terdiri dari 3 pernyataan penting yang dikenal dengan Hukum Newton I, II, dan III. Ketiga Hukum Newton ini memiliki maknanya masing-masing dan keterikatan yang sangat erat hingga mampu menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi pada benda-benda yang yang ada di alam baik itu dalam keadaan diam, bergerak, maupun yang telah terjadi interaksi dengan benda lain (mengalami benturan atau tumbukan). Dalam penerapannya, ketiga hukum newton ini saling berkesinambungan sesuai dengan gejala pergerakan dari benda-benda di alam mulai dari keadaan setimbang, kemudian adanya pengaruh gaya luar lalu terjadi efek aksi reaksi akibat interaksi yang terjadi dengan benda lain yang bergerak maupun diam.

First law(Picture from http://newsletter.oapt.ca)

Silahkan baca juga:

Hukum newton 1 menyatakan bahawa resultan gaya sebuah benda akan tetap nol jika tidak ada gaya luar yang mempengaruhi . Benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan tanpa adanya percepatan atau perlambatan. Hukum 1 newton mendiskripsikan suatu sifat kelembaman pada suatu benda atau molekul. Pada sifat kelembaman ini suatu benda atau molekul akan selalu berusaha mempertahankan bentuknya selama resultan gaya yang bekerja pada dirinya adalah nol. Ketika ada gaya luar yang bekerja baik pada arah vertikal, horizontal maupun dengan kemiringan sudut tertentu, benda tersebut akan berusaha membuat resultan gayanya selau sama dengan nol. Gaya yang membuatnya setimbang adalah gaya yang pasti dimiliki oleh setiap benda yaitu gaya normal dan gaya berat. Selain itu akibat adanya gaya berat suatu benda yang bersentuhan dengan suatu bidang yang memiliki koefisien gesekan tertentu akan menimbulkan gaya gesek yang arahnya berlawanan dengan arah gaya yang menimbulkan benda tersebut bergerak. Dalam hidup ini sesungguhnya sifat kelembaman benda ini yang harus senantiasa diseimbangkan. Bagaimana kita harus mampu menjaga kelembaman diri dari gaya-gaya luar yang berpengaruh buruk terhadap diri kita. Dengan gaya normal dan gaya berat yang ada pada diri pribadi, selalu berusaha membuat gaya-gaya tersebut dapat dilawan hingga menghasilkan resultan gaya selalu nol. Kemampuan mempertahankan diri ini melambangkan kepribadian diri dan mental metakognisi yang sangat tangguh. Kemampuan ini tentunya sangat bergantung dari seberapa jauh kualitas pembentukan diri berdasarkan pengalaman hidup, pola asuh dan kemauan yang ada diri pribadi.

Physic(Picture from http://www.guoguiyan.com)

Rangkaian hukum newton berlanjut ke hukumnya yang kedua. Hukum newton kedua menjelaskan tentang adanya pengaruh gaya luar yang menegenai suatu benda sehingga resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut tidak lah bernilai nol. Hukum ini terjadi ketika sebuah benda sudah tidak mampu lagi berada dalam keadaan kelembamannya, Pengaruh yang timbul dengan adanya resultan gaya yang tidak nol ini adalah adanya nilai percepatan dari gerakan benda. Percepatan ini timbul ketika adanya perubahan kecepatan dari benda, jika suatu benda yang awalnya diam menjadi bergerak dan benda yang sedang bergerak akan mengalami perubahan kecepatan pada selang waktu tertentu. Total gaya yang mempengaruhi benda berhubungan erat dengan besarnya percepatan yang timbul. Hukum  newton kedua ini sangat erat hubungannya dengan momentum suatu benda. Momentum suatu benda dihitung dari masa dan kecepatan benda saat bergerak. Semakin besar momentum suatu benda, maka akan semakin besar gaya yang dibutuhkan untuk menghentikan pergerakan benda tersebut. Hal ini mengartikan bahwa ketika suatu benda menemukan momentumnya, maka akan sulit dihentikan. Begitu pula dalam hidup, ketika sudah menemukan momentum menuju kesuksesan dalam hidup ini, maka akan sulit bagi orang lain untuk menghentikannya. Momentum ini sangat dibutuhkan ketika menghadapi berbagai rintangan yang menghalangi di sekitar jalan menuju kesuksesan.

Action reaction(Picture from http://izquotes.com)

Silahkan baca juga:

Hukum newton ketiga menyatakan bahwa besarnya gaya aksi yang diberikan kepada suatu benda akan memiliki nilai yang sama dengan besarnya gaya reaksi yang diberikan benda tersebut. Hal nyata fenomena ini dalam kehidupan sehari hari adalah ketika kita melemparkan bola ke suatu dinding dengan jumlah gaya tertentu, maka bola tersebut akan memantul dengan jumlah gaya yang sama tapi arahnya berlawanan (F aksi= -F reaksi). Jumlah gaya yang sama tersebut dapat dilihat dari besarnya kecepatan pergerakan bola ketika dilempar dan memantul kembali dari dinding, namun hal ini dipengaruhi oleh adanya koefisien restitusi. Nilai koefisien restitusi merupakan perbandingan kecepatan relative benda sebelum tumbukan. Hukum newton ketiga ini mengajarkan kita bahwa dalam hidup itu berlaku hukum sebab akibat, siapa yang menuai maka dialah yang akan mendapatkan hasilnya baik itu hal baik maupun hal buruk. Setiap aksi yang dilakukan terhadap orang lain ataupun alam sekitar kita, maka akan menghasilkan reaksi yang sama besar dan bentuknya sesuai dengan aksi yang dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *