UA-82266412-1

Monthly Archives: July 2017

Metode Konvensional Penentuan Bahan Hilang Pijar (Loss Of Ignition) Pada Sampel Tanah Lempung (Clay) Sebagai Bahan Baku Keramik Secara Gravimetri

ceramic industryIndustri keramik (Picture from https://www.stiavelli.com)

Istilah keramik mencakup material sintetik yang komponen pentingnya berupa material nonlogam anorganik. Definisi yang luas ini meliputi semen, beton, kaca di samping produk lempung yang di bakar lebih tradisional seperti batu bata, genteng, tembikar dan porselin. Keramik telah digunakan sejak dahulu; bangkitnya peradaban dari keadaan primitif ditandai dengan serpihan-serpihan tembikar. Keramik mempunyai kelebihan dalam hal kekakuan, kekerasan, tahan aus, dan tahan korosi (terutama oleh oksigen dan air), meskipun pada suhu tinggi. Keramik memiliki kerapatan lebih kecil daripada kebanyakan logam, yang membuatnya disukai sebagai pengganti logam bila bobot merupakan hal yang dipertimbangkan. Kebanyakan keramik merupakan isolator listrik yang baik pada suhu normal, suatu sifat yang dimanfaatkan dalam elektronika dan transmisi daya (Oxtoby et al. 2003). Salah satu bahan baku yang sangat penting untuk pembuatan keramik adalah tanah lempung (Clay).
Read more »

Workshop Pengembangan Kompetensi Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) : Pelatihan Sistem Informasi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Untuk Bahan Kimia Dengan Softwere Chemical Inventory Management System (CIMS) dan Aplikasi Sistem Informasi Untuk Tata Kelola Laboratorium

Pelatihan Pranata laboratorium pendidikanPendidikan di perguruan tinggi memegang peranan penting dalam kemajuan ilmu dan teknologi bangsa di masa yang akan datang karena pada level pendidikan ini lah, ilmu dan kemampuan level tinggi yang sesuai dengan bidang keilmuannya akan dikaji lebih dalam. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas memerlukan dua jenis kegiatan akademik yaitu perkuliahan sebagai sumber pengetahuan secara teori dan praktik sebagai sumber pengetahuan secara motorik yang merupakan bagian dari implementasi sebuah teori dasar. Kegiatan praktik harus dilakukan di laboratorium yang mendukung baik secara fasilitas maupun sumber daya manusianya. Jenis laboratorium dapat disesuaikan dengan jenis kajian bidang ilmunya misalnya laboratorium komputer, laboratorium kimia dan laboratorium mikrobiologi. Fasilitas laboratorium dapat berkembang dengan adanya dukungan pendanaan misalnya untuk membeli peralatan analisis dan alat penunjang keselamatan dan keamanan. Sumber daya manusia dapat berkembang dengan adanya berbagai pelatihan baik secara teori maupun praktik secara langsung untuk peningkatan kompetensi bidang laboratorium. Kegiatan praktikum dan penelitian yang dilakukan di laboratorium pendidikan perguruan tinggi memerlukan sumberdaya manusia dengan jabatan fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) yang berkualitas dan berkompeten, maka dari itu diperlukan suatu bentuk pelatihan yang berkualitas dan berkesinambungan. Read more »