UA-82266412-1

Analisis Kuantitatif Kandungan Total Karbohidrat Dalam Sampel Tepung Dengan Pereaksi Anthrone Secara Spektrofotometri

Hasil hidrolisis sampel tepung dengan asam klorida

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk, khususnya bagi penduduk negara berkembang. Walaupun jumlah kalori yang dapat dihasilkan oleh satu gram karbohidrat hanya 4 Kal bila dibandingkan dengan protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang murah. Selain itu, beberapa golongan karbohidrat menghasilkan serat-serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan. Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokan menjadi monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan suatu molekul yang dapat terdiri dari lima atau enam atom karbon, sedangkan oligosakarida merupakan polimer dari 2-10 monosakarida dan pada umumnya polisakarida merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10 monomer yang berupa monosakarida. Contoh monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa, contoh oligosakarida yaitu sukrosa dan laktosa, dan contoh polisakarida yaitu pati.

Karbohidrat merupakan komponen penting pada tumbuhan baik sebagai cadangan makanan maupun penyusun struktur tubuhnya. Unit terkecil dari karbohidrat adalah monosakarida yang tidak dapat dipecah lagi menjadi bentuk gula sederhana melalui reaksi hidrolisis. Kandungan karbohidrat dapat diukur dengan melakukann hidrolisis terhadap polisakarida sehingga menjadi gula sederhana oleh asam kuat dan kemudian melakukan estimasi monosakarida hasil hidrolisis.

Analisis karbohidrat dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis karbohidrat secara kualitatif menggunakan metode:

  • molisch’s test
  • Iodine test
  • Fehling’s test
  • Benedict’s test
  • Barfoed’s test
  • Seliwanoff’s test
  • Bial’s test
  • Music acid test
  • Osazone test

Silahkan baca juga:

 Analisis karbohidrat secara kuantitatif menggunakan

  • metode Anthrone
  • metode Nelson-Somogyi
  • metode Luff Schrool
  • metode Asam Dinitrosalisilat
  • metode Fenol Asam Sulfat

Penggunaan metode analisis untuk karbohidrat disesuaikan dengan tujuan analisis dan ketersediaan alat dan bahan di Laboratorium. Metode analisis dengan tujuan untuk mengetahui total karbohidrat dalam sampel tepung secara umum menggunakan metode anthrone karena pengerjaannya sudah menggunakan alat spektrofotometer sehingga lebih mudah, cepat dan akurat.

Prinsip dasar dari analisis total karbohidrat metode anthrone adalah glukosa yang terbentuk dari proses hidrolisis tepung dengan asam klorida, akan terdehidrasi oleh asam sulfat pekat membentuk hidroksimetil furfural kemudian senyawa ini akan bereaksi dengan anthrone membentuk senyawa kompleks berwarna hijau yang dapat diukur intensitas warnanya pada panjang gelombang 630 nm dengan spektrofotometer. 

hidrolisat total karbohidrat hidrolisat total karbohidratLarutan hidrolisat sampel analisis total karbohidrat setelah dinetralkan

Analisis total karbohidrat dengan metode anthrone diawali dengan menimbang sampel tepung sebanyak 100 mg ke dalam tabung reaksi pyrex atau tabung didih lalu tambahkan 5 mL asam klorida 2,5 N dan masukan ke dalam penangas air yang mendidih selama 3 jam untuk proses hidrolisis. Setelah proses hidrolisis selesai, biarkan hidrolisat menjadi dingin pada suhu ruang lalu netralkan dengan penambahan natrium karbonat hingga tidak menimbulkan buih akibat terbentuknya gas karbon dioksida. Cairan hasil hidrolisis ditera dengan air akuades hingga volume 100 mL lalu lakukan dekantasi dan sebanyak 1 ml larutan sampel digunakan untuk analisis. Siapkan pula larutan standar dengan menggunakan larutan stok dengan konsentrasi 1 mg/mL sebanyak 0, 0.2, 0.4, 0.6, 0.8, dan 1 mL. Volume 0 mL larutan stok digunakan sebagai blanko. Tera semua larutan standar dan blanko menjadi 1 mL dengan penambahan air akuades. Tambahakan pereaksi anthrone sebanyak 4 mL kemudian panaskan dalam penangas air mendidih selama 8 menit. Setelah selesai, biarkan larutan dingin pada suhu ruang maka akan terbentuk warna kompleks hijau hingga hijau tua untuk diukur pada panjang gelombang 630 nm dengan alat spektrofotometer. Buatlah kurva standar dengan konsentrasi glukosa pada sumbu X dan nilai absorban hasil pengukuran pada sumbu Y lalu tentukan persamaan garis regresi linearnya. Subsitusikan nilai pengukuran absorban sampel terhadap persamaan garis linear yang didapatkan dari kurva standar. Tentukan nilai karbohidrat total dari setiap jenis tepung.

HASIL PENGUKURAN STANDAR GLUKOSA

Nilai absorban kurva standar

Kurva standar glukosaSilahkan baca juga:

Reference:

Handbook of Food Chemistry By F.G Winarno

Methode from Biochemical Methods (Dr. S. Sadasivam, A. Manickam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *