UA-82266412-1

Metode Uji Fitokimia: Metode Kualitatif Untuk Mengetahui Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Pada Sampel Tanaman

phythochemical(Picture from http://www.pnsc.ufscar.br)

Pengujian fitokimia dapat dilakukan pada simplisia kering dan ekstrak yang diperoleh. Pengujian fitokimia ini bertujuan untut mengetahui secara kualitatif kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam sampel. Sampel tumbuhan dikeringkan dengan menggunakan oven bersuhu 40 oC hingga kadar airnya kurang dari 10 %. Setelah kering sampel dihaluskan hingga berukuran 100 mesh. Sampel telah halus dan menjadi serbuk selanjutnya diuji fitokimia. Uji fitokimia terdiri dari alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid.

Identifikasi Alkaloid

ditimbang 500 mg serbuk simplisia, ditambahkan 1 mL asam klorida 2 N dan 9 mL air, dipanaskan di atas penangas air selarna 2 menit, didinginkan dan disaring. Dipindahkan 3 ml filtrat pada kaca arloji kemudian ditambahkan 2 tetes pereaksi Dragendorrf, jika terjadi endapan coklat maka simplisia tersebut mengandung alkaloid. Jika dengan pereaksi Mayer terbentuk endapan menggumpal berwarna putih atau kuning yang larut dalam methanol maka ada kemungkinan terdapat alkaloid.

Identifikasi Flavonoid

1 mL larutan diuapkan, sisa dilarutkan dalam 1-2 mL etanol (95%) P, ditambahkan 500 mg serbuk seng dan 2 ml, asam klorida 2 N, didiamkan selama 1 menit, ditambahkan 10 tetes asam klorida pekat, jika dalarn 2-5 menit terbentuk warna merah berarti mengandung flavonoid.

Silahkan baca juga:

Picture4

Picture3

Gambar 1. Ekstrak dan simplisia kering untuk uji fitokimia

Identifikasi Tanin

ditimbang 500 mg serbuk simplisia, ditambahkan 50 mL aquadest, dididihkan selama 15 menit lalu didinginkan. Dipindahkan 5 mL filtrat pada tabung reaksi, diteteskan pereaksi besi (III) klorida, bila terjadi warna hitam kehijauan menunjukkan adanya golongan senyawa tanin.

Identifikasi Saponin

ditimbang 1 g serbuk simplisia lalu dimasukan ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 10 mL air panas, didinginkan dan kemudian dikocok kuat-kuat selama 10 detik terbentuk buih putih yang stabil selama tidak kurang dari 10 menit setinggi 1-10 cm, pada penambahan 1 tetes asam klorida 2 N buih tidak hilang, menunjukkan bahwa dalam simplisia tersebut mengandung saponin.

Identifikasi Steroid/Triterpenoid

ditimbang 1 g serbuk simplisia ditambahkan 20 mL eter dan dimaserasi selama 2 jam, dipindahkan 3 tetes filtrat pada kaca arloji, diteteskan pereaksi Lieberman-Burchard (asam asetat glasial-asam sulfat pekat), bila terbentuk wama merah menunjukkan senyawa steroid atau hijau menunjukkan senyawa triterpenoid.

Silahkan baca juga:

Sumber Pustaka

Agoes G. 2007. Teknologi Bahan Alam. Bandung : Penerbit ITB. Hlm. 23, 34, 55, 72.

Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Padmawinata K, penerjemah; Bandung : Penerbit ITB. Terjemahan dari Phytochemical Methods.

 

FacebookTwitterGoogle+Share

{ Leave a Reply ? }

  1. juliana

    bagus mas blognya……..membantu banget informasi metode analisisnya buat para analis kimia nd ditambah bahasa yang mudah dicerna…good job mas,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *