UA-82266412-1

4 Langkah Tepat Formulasi Bentuk Sediaan Ekstrak Tanaman

ekstrak tanaman

Ekstraksi adalah kegiatan mengambil zat aktif dari suatu sampel dengan pelarut yang sesuai. Jenis ekstraksi yang dilakukan di laboratorium yaitu jenis ekstraksi padat-cair yang dapat dilakukan dengan beberapa teknik, di antaranya maserasi, refluks, dan soxhletasi. Ketiga teknik tersebut dapat digunakan disesuaikan dengan karakteristik sampel. Teknik maserasi umumnya digunakan untuk sampel yang tidak tahan panas dan sampel yang belum diketahui karakteristiknya sementara dua teknik ekstraksi lainnya dilakukan dengan bantuan pemanasan. Sesudah dilakukan ekstraksi sampel tanaman, dihasilkan larutan yang mengandung fraksi terlarut yang disebut dengan ekstrak.

Ekstrak tanaman adalah bahan baku yang mengandung beraneka ragam bahan aktif tetapi dalam jumlah kecil. Sebagian besar merupakan bahan-bahan sekunder (garam organik dan anorganik, gula-gula polisakarida, dan sebagainya) yang dapat mempengaruhi teknologi pembuatan dan stabilitas sediaan farmasi. Jika tahap selanjutnya bertujuan mendapatkan komponen tertentu, lazimnya dilakukan proses pemekatan atau proses ekstraksi cair/cair. Ekstrak tanaman tersebut kemungkinan:

  1. Dipekatkan secara parsial atau secara total, bergantung pada tujuan apakah akan dibuat ekstrak cair, kental, atau padat.
  2. Dipekatkan secara parsial atau ekstraksi menggunakan pelarut yang sesuai untuk dikonversi menjadi ekstrak yang dimurnikan.
  3. Dipekatkan secara parsial dan diekstraksi menggunakan pelarut terpilih untuk isolasi bahan aktif tertentu.
  4. Diekstraksi langsung tanpa pemekatan, untuk isolasi produk tertentu.

Kecuali pada nomor 4, pemekatan terjadi pada tahap terakhir, pada proses nomor 1-3 ekstrak tanaman harus dipekatkan. Pemekatan merupakan tahap yang sering menimbulkan masalah karena banyak komponen kimia tidak stabil atau terurai karena pengaruh temperatur. Karena alasan ini, beberapa alat pemekat berkinerja tinggi digunakan untuk melakukan proses pada temperatur cukup rendah (25-30oC) atau pada temperatur tinggi untuk waktu singkat.

hasil ekstraksiEkstrak kering adalah sediaan tanaman yang diperoleh dengan cara pemekatan dan pengeringan ekstrak cair sampai mencapai konsentrasi yang diinginkan menurut cara-cara yang memenuhi syarat dan ketentuan. Pengaturan biasanya dilakukan berdasarkan kandungan bahan aktif dengan cara penambahan bahan inert seperti pati dan maltodekstrin.  Menurut pengalaman, jika ekstrak kering dibuat secara benar maka ekstrak kering sangat sesuai untuk pembuatan sediaan farmasi. Kandungan bakteri biasanya lebih rendah dari bentuk lain.

Ada beberapa macam alat untuk memperoleh ekstrak kering, mulai dari pengeringan vakum dingin (vaccum freeze dryer) untuk produk yang termolabil sampai pada alat pengering vakum tradisional. Penggunaan kedua alat ini bergantung pada kuantitas dan jenis larutan yang akan diuapkan. Sebelum dikembangkan untuk formulasi sediaan farmasi, pada ekstrak tanaman harus dilakukan terlebih dahulu perlakuan awal seperti menghilangkan lemak (defatting) dan inaktivasi enzim. Tujuan utama perlakuan awal tersebut adalah:

  1. menghilangkan bahan tidak aktif berupa minyak dan lemak yang akan menghalangi mendapatkan/membuat ekstrak kering dan sediaan farmasi berbentuk padat.
  2. menghentikan degradasi oleh enzim bahan berkhasiat yang selalu harus diperhatikan dalam medium air atau dalam alkohol encer.

Sumber Referensi:

Agoes G. 2007. Teknologi Bahan Alam. Bandung : Penerbit ITB. Hlm. 23, 34, 55, 72

Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Padmawinata K, penerjemah; Bandung : Penerbit ITB. Terjemahan dari Phytochemical Methods.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *