UA-82266412-1

Analisis Kuantitatif Unsur Hara Daun Kelapa Sawit Pada Pelepah Ke-17 Sebagai Langkah Optimasi Hasil Panen Kelapa Sawit

pohon kelapa sawit

Tanaman Kelapa Sawit (Picture from https://www.sciencenews.org)

Tanah dan tanaman merupakan dua hal yang sangat berkaitan dengan bidang pertanian. Kemajuan bidang pertanian dapat dicapai dengan adanya suatu peningkatan kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian dan tanaman sebagai hasil dari pertanian yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kualitas tanah dan tanaman dapat ditentukan dengan uji parameter baik secara fisik maupun kimia. Analisis kimia dalam tanaman dapat dilakukan pada seluruh bagian tanaman baik pada akar, batang , maupun daun. Jenis analisisnya pun dapat berupa analisis bahan anorganik (mineral) dan organik (metabolit primer dan sekunder). Analisis mineral pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu mineral makro dan mikro. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral makro yaitu P, K, Ca, Mg, dan Na. Unsur hara tanaman yang termasuk ke dalam mineral mikro yaitu Fe, Zn, B, Mn, Cu, dan Al. Salah satu komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi saat ini  yaitu tanaman kelapa sawit.

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. guineensis dan E. oleifera (wikipedia). Analisis kadar hara pada tanaman kelapa sawit dapat dilakukan pada daun yang terletak di pelepah daun ke 17. Hasil analisis ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya pemupukan hara agar sesuai dengan nilai acuan berdasarkan Van Vexkull,HR and Fairhust sehingga dapat menghasilkan produksi kelapa sawit dengan optimal.

KRITERIA KADAR HARA DAUN KELAPA SAWIT PADA PELEPAH KE-17

(Van Vexkull,HR and Fairhust, TH 1991)

UNSUR OPTIMUM UMUR ≥6 TH
N (%) 2,6-2,9 2,4-2,8
P (%) 0,16-0,19 0,15-0,18
K (%) 1,1-1,3 0,9-1,2
Mg (%) 0,3-0,45 0,25-0,40
Ca (%) 0,5-0,7 0,5-0,75
S (%) 0,25-0,40 0,25-0,35
Cl (%) 0,5-0,7 0,5-0,7
B 15-25 ppm 15-25 ppm
Cu 5 -8 ppm 5 -8 ppm
Zn 12-18 ppm 12-18 ppm

HASIL ANALISIS DAUN KELAPA SAWIT

ICP MS

Sampel Daun Kadar (mg/g)
P K Ca Mg
Panjang 4,690 7,345 0,677 4,133
Pendek 4,979 6,156 0,659 4,381

 

Sampel Daun Kadar (µg/g)
Fe Cu Zn B Mn
Panjang 373,813 6,443 11,905 7,137 2090,032
Pendek 387,716 1,597 13,153 3,044 1998,260

AAS

Sampel Daun Kadar (µg/g)
Fe Mn
Panjang 556,813 1836,435
Pendek 608,603 1794,492

 

{ Leave a Reply ? }

  1. Wadiyo

    moga ke depannya lebih baik.
    Terima kasih

  2. Rahasia Awet Muda

    Industri kelapa sawit di sumatra merupakan industri kelapa sawit nomor 2 dunia setelah malaysia

  3. Lona Maenaga

    Wonderful site you have here but I was curious about if you knew of any user discussion forums that cover the same topics talked about here? I’d really love to be a part of online community where I can get advice from other experienced individuals that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Cheers!

  4. flisleggere

    I’m so happy to read this. This is the kind of manual that needs to be given and not the random misinformation that’s at the other blogs. Appreciate your sharing this greatest doc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *