UA-82266412-1

Analisis Sifat Fisika Bahan Baku Keramik: Penyusutan Total dan Pengisapan Air Pada Tanah Lempung (Clay)

pelet tanah lempung (Clay)Tanah liat (Clay) adalah salah satu komoditi mineral yang mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia dan dapat juga memberikan keuntungan. Tanah liat terdiri dari kumpulan mineral-mineral silikat hidrous yang mengandung unsur alumina, besi, alkali, dan alkali tanah. Secara megaskopis lempung berwarna abu abu kekuningan sampai coklat dan berukuran butir sangat halus. Istilah tanah liat atau disebut pula dengan nama lempung mempunyai arti sebagai endapan mineral yang memiliki partikel halus dengan diameter lebih kecil dari 2 mikron dan bersifat plastis jika diberi air. Pengelompokan lempung didasarkan jenis mineral penyusunnya, sifat dan pemakaian, atau penamaan dari ahli yang menemukan, seperti ahli ekonomi, geologi dan ahli lainnya. Pengelompokan menurut ahli ekonomi ialah kaolin, bentonit, fuller’s earth, lempung bola, lempung asam, lempung refraktori, lempung kembang, lempung batu, dan lempung semen dengan sifat dan penggunaan yang berbeda pula (Riyanto 2002). Untuk menentukan kualitas tanah lempung secara fisika, maka perlu dilakukan uji penyusutan dan pengisapan air pada tanah lempung yang sudah dibentuk pelet.

Sampel tanah lempung yang telah ditumbuk halus dalam mortar pada tahap preparasi, disaring dengan saringan 60 mesh lalu ditimbang sebanyak 55 gram dalam wadah plastik. Neraca analitik dinolkan kembali, lalu ditambah 3,3 gram akuades tepat berada di atas permukaan serbuk sampel tanah. Sampel tanah dalam wadah dipindahkan ke dalam mortar sampai tidak ada yang tertinggal lalu diaduk hingga akuades bercampur secara merata dengan serbuk sampel. Setelah itu, disimpan dalam mouldpress, disebar pada bagian dalamnya, dan dibentuk dengan handpress. Alat handpress ditutup lalu ditekan dengan tangan hingga skala menunjukan angka 7 dan alat press dibuka kembali. Pelet yang telah terbentuk dapat diambil dengan membalik mouldpress kemudian pelet diberi identitas sampel, diukur diameternya dengan jangka sorong, dan bobotnya dengan neraca analitik.

pelet tanah lempung (Clay)Pelet Clay untuk analisis

Pelet dikeringkan dalam oven pada suhu 105oC selama 5 jam, kemudian pelet diambil dari oven, diukur diameter dan bobotnya. Setelah proses pengeringan, selanjutnya proses pembakaran dalam tungku pembakar di ruang produksi. Pelet disimpan di atas tegel keramik, kemudian disimpan bersama keramik produksi ke dalam tungku pembakar dan ditunggu agar mengalami satu siklus pembakaran dengan suhu 1050oC selama 30 menit. Setelah pelet keluar dari tungku pembakaran, diukur diameter dan bobotnya lalu dihitung penyusutan totalnya berdasarkan perubahan diameter pelet. Pelet yang telah mengalami tahap pembakaran dan pengeringan, disimpan dalam wadah plastik yang telah berisi 500 ml akuades lalu direndam selama 24 jam. Pelet yang telah direndam, ditimbang bobotnya dan dihitung pengisapan airnya berdasarkan bobot setelah pembakaran dan setelah perendaman.

Contoh Hasil uji fisika pada tanah lempung

Penyusutan Total

Sampel Tanah

Diameter (cm)

Penyusutan Total (%)
Keadaan Awal Pengeringan Pembakaran
Clay A 57,45 56,70 54,60 5,00
Clay B 57,55 57,53 55,70 3,21
Clay C 57,50 57,10 56,36 1,82

Pengisapan Air

Sampel Tanah Bobot (gram)

Pengisapan Air

(%b/b)

Keadaan Awal Pengeringan Pembakaran Perendaman Air
Clay A 54,83 49,51 46,56 50,60 8,68
Clay B 54,70 50,89 46,71 53,27 14,04
Clay C 54,78 50,99 47,34 50,89 7,49

 

{ Leave a Reply ? }

  1. Dustin Souders

    You could pick the results of of NBA/MLB/NFL/NHL games precisely before the game. Visit the link here to learn more.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *