UA-82266412-1

Spectronic 20D+, Alat Spektrofotometer Digital Generasi Pertama Untuk Kegiatan Penelitian dan Praktikum

UntitledKegiatan analisis yang dilakukan di laboratorium dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis yang dilakukan secara kuantitatif tentunya memerlukan suatu instrument yang dapat mengukur kadar suatu zat dalam sampel secara akurat. Salah satu metode yang dapat dilakukan yaitu secara spektrofotometri. Metode ini didasarkan pada prinsip adanya interaksi antara analat dalam sampel dengan radiasi yang diberikan. Jenis radiasi yang diberikan dapat berupa sinar tampak, sinar UV, sinar inframerah maupun sinar X yang memiliki panjang gelombang dan energi radiasi yang berbeda. Salah satu jenis alat yang terdapat di laboratorium kimia anorganik yang menggunakan metode spektrofotometri adalah alat Spectronic 20D+.

IMG_06082015_093050Alat Spectronic 20D+ merupakan alat spektrofotometer yang tergolong sangat sederhana dan praktis dalam penggunaanya. Spectronic 20D+ yang diproduksi oleh Thermo Spectronic ini merupakan generasi lanjutan dari Spectronic 20 yang masih analog dalam hal pembacaan absorban/transmitan dan penentuan panjang gelombangnya. Alat spectronic 20D+ memanfaatkan sumber radiasi sinar tampak pada kisaran panjang gelombang 400 nm- 800 nm. Berikut ini instruksi kerja spectronic 20D+.

A. Informasi Alat

Jenis alat: Spectronic 20D+

Merk: Thermo spectronic

B. Fungsi:

Spectronic 20D+ digunakan untuk analisis kuantitatif suatu zat dalam sampel dengan dasar nilai serapannya terhadap radiasi sinar tampak yang mengenainya.

C. Tata Cara Kerja

  1. Nyalakan stavol dengan menekan tombol ON
  2. Putar knop power switch / zero control ke arah jarum jam.
  3. Lakukan warming up minimal 15 menit lalu lakukan pengaturan panjang gelombang dan memilih filter yang sesuai dengan rentang panjang gelombang yang digunakan.
  4. Tekan tombol “Mode” sampai display transmittan menyala
  5. Putar zero control sampai display menunjukkan angka nol. Pastikan tempat sample tertutup rapat.
  6. Isi kuvet dengan blanko. Lap sisa cairan di bagian luar cuvet dengan tisu secara satu arah lalu masukkan ke tempat kuvet.
  7. Putar knop transmitan/absorban (tombol bundar kecil sebelah kanan) sampai display 100% transmitance.
  8. Cek ulang dengan mengganti “Mode” ke absorban dan display menunjuk ke 0.00
  9. Lakukan pengukuran sampel dan blanko dengan memasukkan larutannya ke dalam kuvet seperti blanko. Perhatikan nilai absorbannya pada layar setelah menutup tempat kuvet dengan rapat. Catat dan dibuat persamaan regeresi linear beserta kurvanya.

FacebookTwitterGoogle+Share

{ Leave a Reply ? }

  1. elly s

    Rohmat, cara jerjs n penggunaan yg ksu tulid tsmpsknya sama saja dg yg ada di manual tiap lab. Mingkin akan lbh tetasa kalo ada bagian yertentu ditulis dg huruf beda.
    Misal, mamba ca absirbance sesudah alat ditutup rapat. Kalo bg akhir itu dikasi bold orang akan ingat bhe banyak yg tdk sabar lsngsung baca. Hrhe sotoy ya ibu.

  2. Leila91

    Reading your blog gave me a lot of interesting informations

  3. Nadya

    Sangat membantu kak, kebetulan mau UP kimia, Syukron ilmunya kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *