UA-82266412-1

Monthly Archives: January 2016

Katalog Alat Laboratorium Kimia Anorganik

Ruang alat

Kegiatan pemeliharaan/perawatan laboratorium terkonsentrasi pada peralatan dan sarana penunjang yang berada di laboratorium. Kegiatan ini sangat penting karena terkait dengan masa pakai dan opimalisasi pemanfaatnya untuk mendukung seluruh kegiatan di laboratorium. Dalam pelaksanaanya diperlukan konsep system dokumen yang dijadikan sebagai dasar rekaman dan acuan selama proses kegiatan laboratorium berlangsung terkait penggunaan alat dan sarana penunjang tersebut. Dokumen tersebut terrdiri dari penyusunan instruksi kerja, melakukan uji performa bagi instrument analisis, lobook penggunaan alat serta pembuatan kartu alat dan bahan kimia.

Laboratorium kimia anorganik merupakan salah satu laboratorium yang berada di Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Laboratorium anorganik menjadi tempat penelitian dan penyelenggaran praktikum untuk Divisi Kimia Anorganik. Tentunya sebagai sarana pendukung  untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, diperlukan alat dan bahan. Alat-alat pendukung yang terdapat di laboratorium digunakan untuk proses preparasi, separasi maupun pengukuran. Alat tersebut adalah neraca analitik 4 digit, Spectronic 20D+, Konduktometer, pH Meter, Mikroskop, Tanur, Oven dan Water Bath. Untuk lebih mengetahui secara mendetail, dapat dibaca katalog alat laboratorium yang terdapat di laboratorium kimia anorganik berikut ini. Semoga katalog alat laboratorium ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi jika terdapat keperluan terkait alat yang tersedia di laboratorium anorganik untuk kegiatan penelitian.
Read more »

Tabel Konversi Bahan Kimia: Tabel Mudah Dan Praktis Sebagai Acuan Pembuatan Larutan Di Laboratorium Dari Stock Bahan Kimia Pekat

bahan kimia

(Picture from http://www.delamochemical.com)

Dalam kegiatan praktikum maupun penelitian di laboratorium, tentunya pembuatan larutan merupakan bagian hal yang penting karena merupakan salah satu dasar kerja di laboratorium yang kompetensinya harus bagus. Akurasi dalam hal perhitungan larutan sangat penting untuk menjamin reaksi yang terjadi dalam tahapan proses analisis berjalan sesuai prosedur sehingga dapat menghasilkan data yang akurat. Dalam proses pembuatan larutan, terdapat berbagai macam satuan untuk menyatakan tingkat konsentrasi zat dalam suatu larutan diantaranya yaitu Molaritas (M), Normalitas (N), dan Persentase (%). Pada realitanya di laboratorium, bahan-bahan kimia yang kita gunakan pastinya tersedia dalam stok pekat atau konsentrasi tinggi dengan satuan tertentu. Pada umumnya satuan yang digunakan dalam bentuk % bobot per volume yang artinya terdapat sekian gram zat dalam 100 mL larutan. Tentunya jika kita ingin membuat larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah dari stok pekat maka harus melakukan pengenceran terlebih dahulu dan jika satuan konsentrasi target berbeda dari satuan konsentrasi bahan kimia pekat maka harus dilakukan konversi satuan terlebih dahulu sehingga memerlukan proses perhitungan tertentu atau suatu tabel konversi bahan kimia. Read more »

Program Pengembangan Laboratorium: Penataan Bahan Kimia Untuk Keamanan dan Keselamatan

best laboratory

PROGRAM KEGIATAN PENGEMBANGAN LABORATORIUM KIMIA

RANCANGAN KEGIATAN

A. BAHAN KIMIA

  1. Inventaris bahan kimia

Inventaris bahan-bahan kimia di laboratorium dibuat dengan data yang aktual dan memuat informasi tentang bahan kimia yaitu nama bahan kimia, rumus molekul, kemasan, produsen dan CAS number. Inventaris bahan kimia dibuat dengan program excel yang mempermudah ketika melakukan pencarian data bahan kimia yang dibutuhkan.

  1. Penataan bahan kimia.

Berdasarkan data bahan kimia yang telah tersedia maka dapat dilakukan penataan letak penyimpanan bahan kimia berdasarkan tanda bahaya, sifat, dan wujud dari bahan kimia tersebut (informasi dari Material Safety Data Sheet). Pada kegiatan ini, tentunya memerlukan lemari bahan kimia dan ruang khusus. Selain itu akan dilakukan pula pemisahan bahan kimia berdasarkan keadaan kemasannya (masih disegel atau sudah terbuka) Read more »