UA-82266412-1

Pelatihan Input Data Bahan Kimia CIMS: Tata Kelola Bahan Kimia Dan Integrasi Sistem Data Inventaris

lemari Bahan Kimia

HASIL PELATIHAN INPUT DATA CIMS
9 Desember 2014

Pada aplikasi awal akan digunakan untuk kegiatan pendidikan dan dilakukan di Departemen Kimia IPB. Inventaris bahan kimia harus dilakukan dengan sistem yang baik dari mulai pengadaan sampai pembuangan limbahnya. Hal tersebut harus dilakukan karena zat kimia berbahaya baik untuk mahkuk hidup maupun lingkungan.
Terdapat 3 tahapan yang menjadi kegiatan rutin yang dilakukan
Tahap 1
Pembelian tidak terpusat pancatatan masing-masing
Tahap 2
Biro pembelian pusat pancatatan tetap masing-masing
Tahap 3
Penggunaannya untuk kegiatan praktikum

Selama ini kegiatan safety dan security terhadap bahan kimia dianggap memiliki pengertian yang sama, padahal sesungguhnya kegiatan tersebut sangat berbeda. SAFETY melindungi manusia dari bahan kimia. SECURITY melindungi bahan kimia dari manusia. Safety dan security dapat dilakukan dengan cara inventaris bahan kima menggunakan system yang benar.
Dengan invetaris system CIMS ini diharapkan pengadaan bahan kimia mulai terpusat. Mulai dari Pusat Supplier bahan kimia, Fakultas sampai ke Departemen. Dalam pemakaian bahan kimia harus selalu dicatat berapa pun jumlahnya dan untuk limbah bahan kimia, harus selalu diketahui asal usulnya/hasil reaksi apa.
CIMS dapat dilakukan dengan cara excel dan web/server

WEB
Adanya koneksi/dapat terhubung dengan lab atau bagian lain
Tampilan/interface lebih variatif dan lengkap
Telah terdapat keadaan dari bahan kimia (shield, open and empty)

EXCEL
Tidak ada konektivitas jadi hanya berlaku untuk satu lab saja
Tampilan/interface lebih sederhana
Belum terdapat status dari bahan kimia hanya ada atau tidaknya saja

untitled
Tahapan inventaris
• Pembuatan barcode (bersifat unik untuk setiap kemasan)
• Nama zat
• Lokasi
• Ukuran (ada angka dan satuan)
Pengaturan Barcode
1. Supllier/produsen (contoh: SA= Sigma Aldrich; ME= Merck)
2. Catalog number produk degan menghilangkan tanda baca
3. Cas Number
4. Tiga angka yang menyatakan nomor botol (misalnya ada 3 botol yang berisi bahan kimia yang sama maka berlaku no 001, 002, 003 pada akhir barcode)
5. Penentuan lokasi
Misalnya: IPB/FMIPA/Gedung/Lantai/Lab/Kode lemari/Rak
Informasi yang berkaitan dengan kode lokasi harus diberi label
6. Ketika bahan kimia berada di fakultas maka berlaku barcode parsia (tanpa CAS numberl
7. Pembeda warna label berdasarkan sumber dana pengadaan bahan kimia (Dana mandiri label merah; Dana BOPTN label warna hijau)
8. Pengaturan keadaan/status zat kimia (Shield, Open, Empty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *