UA-82266412-1

Kegiatan Laboratorium Kimia Anorganik: Praktikum Teknik Sintesis Bahan Anorganik Untuk Mahasiswa Tingkat 4 Semester 7

zeolite sebagai salah satu hasil sintesis bahan anorganikZeolite sebagai salah satu bahan anorganik yang sangat bermanfaat (Picture from: http://pure-zeolite.com)

Mata kuliah ini memperkenalkan sintesis bahan anorganik dan hibrida dengan menggunakan metode anorganik tradisional dan yang menggunakan prekursor organologam. Metode sintesis yang akan dikaji meliputi sintesis keramik, metode pembakaran, sintesis hidrotermal, chemical vapour deposition (CVD), metode sol-gel, interkalasi, dan metode elektrokimia. Metode pemurnian dan pencirian material tersebut juga akan dibahas secara rinci. Selain itu, akan dijelaskan pula aplikasi material anorganik modern, termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan energi terbarukan dan biomedis (lms ipb). Dalam penyelenggaraan pendidikan di bidang sains, praktikum menjadi hal yang sangat penting karena dengan dilaksanakannya praktikum, teori yang didapat pada saat kuliah dapat terealisasi secara langsung. salah satu kegiatan praktikum yang diselenggarakan di laboratorium kimia anorganik adalah Praktikum Teknik sintesis bahan anorganik. Praktikum Teknik Sintesis Bahan Anorganik merupakan mata kuliah pilihan yang diambil oleh mahasiswa tingkat 4 program S1 Kimia pada semester tujuh. Mata kuliah ini wajib diambil oleh mahasiswa yang akan melakukan penelitian untuk skripsi dan telah mengambil pilihan topik penelitian mengenai bahan kimia anorganik. Tujuan dari praktikum teknik sintesis bahan anorganik ini adalah untuk memberikan pembekalan awal tentang tekhnik dan basic tentang komoditi penelitian di divisi kimia anorganik.

laboratorium untuk praktikum teknik sintesis bahan anorganik

instrumen praktikum teknik sintesis bahan anorganik

alat praktikum sintesis bahan anorganik

Kimia anorganik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik. Perbedaan antara kedua bidang ilmu ini tidak mutlak dan banyak tumpang-tindih, khususnya dalam subbidang kimia organologam. Bahan kimia anorganik dapat dihasilkan melalui sintesis.Dalam ilmu kimia, sintesis bahan kimia adalah kegiatan melakukan reaksi kimia untuk memperoleh suatu produk kimia, ataupun beberapa produk. Hal ini terjadi berdasarkan peristiwa fisik dan kimia yang melibatkan satu reaksi atau lebih. Sintesis kimia adalah suatu proses yang dapat direproduksi selama kondisi yang diperlukan terpenuhi.(wikipedia). Adapun materi praktikum sintesis bahan anorganik yang akan dikerjakan di laboratorium kimia anorganik Departemen Kimia FMIPA IPB yaitu:

  1. Sintesis Senyawa Kupri sulfat pentahidrat
  2. Sintesis Natrium thiosulfat
  3. Sintesis Kalium peroksodisulfate secara elektrolisis
  4. Sintesis Heksaaminakobalt (III) triklorida
  5. Sintesis senyawaan koordinasi Pentaamina kobalt (III)
  6. Sintesis Kromium (III) oksida
  7. Sintesis Kalium Bikromat
  8. Sintesis Kromium (III) klorida
  9. Sintesis Senyawaan Kompleks CrCl3(THF)3
  10. Sintesis Kromium (II) Asetat hidrat
  11. Sintesis Heksaaminakromium (III) nitrat
  12. Sintesis Senuawa Kompleks inti ganda
  13. Sintesis Senyawa Koordinasi Fe(II)
  14. Sintesis Kristal tunggal besar KAl(SO4)2. 12 H2O

Adapaun teknik karakterisasi yang digunakan untuk material anorganik yaitu

  1. Metode analisis untuk mengkarakterisasi material-material anorganik berbeda dengan material organik, walaupun ada metode-metode tertentu yang dipergunakan untuk karakterisasi kedua material tersebut, misalnya spektroskopi infra merah (FTIR). Metode spektroskopi IR (FTIR) merupakan teknik analisis yang sering digunakan untuk mengetahui gugus-gugus fungsi yang ada dalam material anorganik maupun organik.
  2. Difraksi sinar-X (X-ray diffraction, XRD) merupakan instrument yang sangat penting dalam analisis/karakterisasi material anorganik, tidak hanya untuk mengidentifikasi senyawa unknown tetapi juga untuk mengidentifikasi struktur kristal dan analisis fase kristalin. Sebagai contoh bidang riset material anorganik yang sangat memerlukan alat XRD adalah keramik dan superkonduktor (Sibilia, 1996).  Metode XRD sangat penting dalam identifikasi komposisi kimia dan fase kristalin senyawa-senyawa anorganik. Aplikasi dari XRD adalah identifikasi material unknown, penentuan kemurnian sample, penentuan dan pemurnian parameter kisi, investigasi diagram fase material baru, penentuan ukuran kristal, pemurnian struktur material dan perubahan fase/koefisien ekspansi (Weller, 1994).
  3. Teknik mikroskopi sekarang digunakan secara luas untuk identifikasi material anorganik. Optical Miscroscopy (OM), salah satu instrument teknik analitik tertua, masih dapat digunakan untuk memperoleh informasi awal dalam material anorganik. Kondisi kristalin atau amorf material anorganik dapat dideteksi dengan menggunakan polarizer pada mikroskop optik. Metode analisis dengan scanning electron microscopy (SEM) dapat memberikan  informasi mikrostruktur/mikromorfologi material anorganik. SEM jika digabung dengan detektor unsur sinar-X  seperti energy dispersive spectrometer (EDS) dapat memberikan informasi semi-kuantitatif tentang komposisi unsur penyusun material anorganik.
  4. Teknik analisis termal, seperti differential thermal analysis (DTA), differential scanning calorimetry (DSC), dan thermal gravimetric analysis (TGA), sering digunakan untuk identifikasi dan analisis senyawa anorganik maupun organik. Teknik-teknik tersebut menyediakan informasi tentang titik leleh, temperatur fase transisi, dan stabilitas termal suatu material.
  5. Teknik analisis ukuran partikel (particle size), luas permukaan (surface area), dan porositas dapat digunakan untuk karakterisasi material-material anorganik berpori (porous material) seperti zeolit dan clay

{ Leave a Reply ? }

  1. Syaiful

    terimakasih telah berbagi

  2. Mega Setiani

    thank you for sharing, visit our web http://ittelkom-pwt.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *