UA-82266412-1

Filosofi Hidup: Fenomena Terbit dan Tenggelamnya Matahari (Sunset and Sunrise), Sebuah Harapan Yang Pasti Kembali Dalam Sebuah Penantian dengan Rasa Syukur Tak Terhingga

sunrise at the mountainAmazing Sunrise

” May every sunrise hold more promise and hope,

May every sunset hold more peace and grateful”

Matahari merupakan sumber energi utama dijagad raya yang dibutuhkan oleh semua mahluk hidup. Tanpa matahari, sistem tata surya tidak akan sempurna. Tentunya Sang Khalik sudah merancang jagat raya ini begitu sempurna dengan berbagai elemen penting di dalamnya. Gaya gravitasi yang dimiliki oleh matahari membuat planet-planet dalam tata surya mengellilinginya yang disebut revolusi dan planet itu sendiri berputar pada porosnya yang disebut rotasi. Fenomena rotasi pada planet bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Waktu siang diawali dengan terbitnya matahari (Sunrise) dan waktu malam diawali dengan tenggelamnya matahari (sunset). Read more »

Titrasi Kompleksometri: Metode Konvensional Yang Tepat Untuk Penentuan Kadar Logam Kalsium Dalam Sampel Zeolite Secara Titrimetri

Persiapan alat analisis kalsiumPersiapan alat buret mikro untuk titrasi

Prinsip dasar dari  titrasi kompleksometri adalah terjadinya reaksi pembentukan ion ion kompleks antara bahan yang akan dianalisis dan titran.  Terdapat dua acara yang terkenal dari jenis titrasi kompleksometri ini yaitu cara Liebig dan Schwarzenbach. Cara Liebig menggunakan ligan monodental sebagai pengkelat misalnya menggunakan titran AgNO3 untuk menentukan kadar CN-, sedangkan pada acara Schwarzenbach menggunakan ligan polidental terutama tertuju pada asam-asam aminopolikarboksilat salah satunya adalah Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) yang merupakan suatu asam organik berbasa empat. Titrasi kompleksometri ini merupakan metode konvensional yang dapat digunakan untuk menentukan kadar kalsium atau logam lain dalam suatu sampel. Kalsium akan dikelat oleh EDTA selama proses titrasi dan titik akhir akan ditunjukan oleh perubahan warna indikator metalokromik.
Read more »

Handbook of Microbiological Media Fourth Edition By Ronald M. Atlas

handbook-of-microbiological-media-fourth-edition-2010-ronald-m-atlaS(Picture from https://image.slidesharecdn.com)

Handbook of Microbiological Media Fourth Edition By Ronald M. Atlas includes the formulations and descriptions of 7,080 media used for cultivating microorganisms more than in the previous edition. These include both classic and modern media used for the identification, cultivation, and maintenance of diverse bacteria, archaea, and fungi. Some of these microbiological media are produced by major suppliers of dehydrated media including Oxoid, HiMedia, and BD Diagnostics (Difco, BBL, and GIBCO). These include all the media normally used in the clinical microbiology diagnostic laboratory and for the routine examination of food and water. Other media described in the fourth edition of the Handbook of Microbiological Media are used to cultivate specific strains of bacteria, archaea, fungi, and protists, including many anaerobes and extremophiles. Read more »